-->

Iklan

Peusaba Aceh Kecam Penghancuran Kawasan Situs Raja Aceh Keturunan Nabi Muhammad SAW

18 November, 2019, 21.31 WIB Last Updated 2019-11-18T14:31:14Z
BANDA ACEH - Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman sangat menyesal melihat penghancuran terhadap kawasan Situs Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail (1703-1726), Sultan Aceh Darussalam dan juga merupakan Keturunan Nabi Muhammad SAW. 

"Dalam bulan Maulid yang mulia ini kita melihat penghancuran kawasan sejarah Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail terus terjadi tanpa henti. Namun Pemerintah Banda Aceh memilih berdiam diri dan tidak peduli," demikian kata Mawardi Usman dalam rilisnya, Senin (18/11/2019).

Kata Mawardi, buktinya tempat penjualan yang memakai jalan akses ke makam masih beraktivitas kembali seperti biasa. Sama sekali tidak ditertibkan Pemerintah Banda Aceh dan pembangunan hotel di samping makam terus berlanjut tepat didepan makam Sultan Jamalul Alam Badrul. 

Peusaba mengingatkan bahwa orang yang sengaja menghancurkan dan menutup makam Aulia, Cucu Nabi Muhammad SAW, akan tertimpa bala bencana dunia dan akhirat. 

"Apalagi Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail selain seorang cucu Nabi juga seorang Raja yang salih dan alim yang disebut Raja Aulia dalam Hikayat Aceh zaman dulu," terangnya. 

"Namun apa yang terjadi hari ini, di samping makam didirikan toilet kemudian didepannya sudah didirikan bangunan hotel dan toilet hotel dibangun mengarah ke makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail persis mengarah di depan makam," tukas Mawardi. 

Peusaba mengingatkan kekurangajaran yang demikian akan membawa malapateka dan bala bencana. Bukan saja untuk yang membangun tempat untuk menghina makam keturunan Nabi Muhammad SAW namun juga untuk orang yang tahu namun memilih berdiam diri serta orang yang tidak tahu menahu. 

Peusaba juga mengaku heran kenapa hotel didirikan di samping Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail, juga ke dalam dan tertutup serta tidak dapat diakses. 

Peusaba meminta Pemerintah Banda Aceh jangan berdiam diri saja dan segera bertindak serius melindungi makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail. "Jika tidak Aceh bisa jadi tertimpa bala bencana," ujar dia mengingatkan.

"Sudah cukup kehancuran situs Islam yang terjadi. Mari lindungi situs Kesultanan Aceh Darussalam. Ingat sejarah Aceh jangan sampai kita bernasib sama dengan granada Andalusia dan Rohingya yang pada masa lalu Kerajaan Besar Islam dunia namun lenyap tanpa bekas. Mari jaga sejarah Aceh dan peradaban Melayu," demikian ajak Mawardi.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini