Iklan

204 Peserta Ikuti Tes Tenaga Penyuluh Agama Non PNS di Kemenag Abdya 

08 Desember, 2019, 20.05 WIB Last Updated 2019-12-08T13:05:21Z
ABDYA - Sebanyak 204 orang peserta Calon Penyuluh Agama Islam Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengikuti ujian tulis dan lisan pada Minggu, (08/12/2019). 

Kepala Kemenag Abdya, Dr.H Iqbal Muhammad, melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Tajri kepada LintasAtjeh.com, mengatakan, penerimaan calon penyuluh Non PNS di Kementerian Agama dilaksanakan seluruh indonesia secara serentak termasuk Kemenag Abdya. 

"Kalau kita lihat kuantitasnya, para pelamar saat ini tergolong banyak jika dibandingkan dengan perekrutan sebelumnya," sebutnya. Ia juga menyebutkan, ada 204 orang peserta yang mendaftar dari 75 orang jumlah yang diterima. 

"Yang mendaftar 204 orang dan yang mengikuti tes hari ini 190 orang, artinya, ada 14 yang tidak hadir dalam tes tulis dan lisan," ujar Tajri.

Dikatakan Tajri, para peserta tes penyuluh akan diuji kemampuan baik secara tulisan maupun lisan. 

"Secara tulisan peserta akan mengisi soal yang telah disediakan, untuk tes lisan lebih kepada pengetahuan umum dan praktek ibadah," tuturnya.

Tajri menjelaskan, bagi para peserta calon penyuluh non PNS yang lulus dalam kompetisi ujian tes tersebut, akan ditempatkan di masing-masing kecamatan. 

"Peserta yang lulus akan di tempatkan dimasing-masing kecamatan dengan forsi 8 orang per kecamatan," imbuhnya. Dia berharap agar para peserta mengikuti tes secara maksimal dengan memamfaatkan waktu yang telah tersedia. "Hasilnya, Insya Allah akan kita umumkan dalam waktu dekat ini dalam bulan Desember 2019," ujarnya.

Sementara itu ditempat terpisah salah seorang peserta Tes, Nurul 'Ala dari Kecamatan Lembah Sabil mengaku sangat puas baik dengan soal maupun dengan para penguji. 

"Ada 100 soal tes tulis yang diberikan panita pelaksana, ditambah dengan para penguji yang cukup berkompeten seh
ingga suasanya memang menegangkan dan menantang," tuturnya.

Dikatak Nurul' Ala, ada beberpa materi yang yang ditanyakan oleh penguji diantaranya, mengenai, wawasan kebangsaan seperti Pancasia, UUD 1945, Kenegaraan serta Bhineka Tunggal Ika. 

"Materinya cukup menantang apalagi masalah wasasan kebangsaan ditambah dengan praktek ibadah, seperti Mengaji, Khutbah, Ceramah dan Shalat jenazah," demikian singkatnya.[Adi S]
Komentar

Tampilkan

Terkini