Iklan

Bagaikan Perawan di Peti Besi, Keindahan Danau Bungara yang Tersembunyi di Aceh Singkil

26 Desember, 2019, 14.47 WIB Last Updated 2019-12-26T07:47:58Z
SINGKIL adalah Negeri Seribu Pesona. Banyak hal yang menarik yang dikunjungi, pulau banyak salah satu destinasi yang kian hari makin bertambah terkenal. Selain itu ada pula sungai terpanjang di Aceh Singkil yang membelah Singkil, yaitu Lae Soraya. 

Sungai ini merupakan urat nadi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai. Selain itu, singkil ternyata juga memiliki danau yaitu Danau Bungara. Danau ini adalah danau kedua terbesar di Aceh, setelah Danau Lut Tawar di Aceh Tengah. Diketahui bahwa luas Danau Bungara berkisar 85,6 hektare yang dikelilingi 4 kampung, yaitu sebelah timur Kampong Butar, sebelah barat berbatasan dengan Kampong Lentong, sebelah utara berbatasan dengan Kampong Danau Bungara, dan sebelah selatan berbatas dengan Kampong Lapahan Buaya.

Namun, danau ini seperti perawan yang di-peti-besikan nyaris tidak ada promosi tentang keelokan Danau Bungara, keindahannya tidak terkabarkan keluar Singkil. Danau Bungara berada di Kecamatan Kota Baharu, lebih kurang 55 km dari Ibu Kota Singkil. Danau ini sebenarnya punya pesona dan keindahan yang luar biasa jika saja dikelola dengan baik. Bahkan ada pulau kecil yang melengkapi keindahan Danau Bungara. 

Sayangnya, meski sudah 20 tahun Aceh Singkil menjadi sebuah kabupaten, Danau Bungara belum tersentuh secara maksimal untuk mengembangkannya dan mempromosikannya. Padahal ini bisa menjadi salah satu andalan wisata Aceh Singkil selain Pulau Banyak.

Wisata Danau Bungara ini layak direkomendasikan sebagai salah satu destinasi yang perlu di coba. Namun bagi yang ingin menikmati panorama dan kenyamanan maka harus berpikir secara lebih matang. Soalnya , di seputaran danau ini belum hadir sentuhan, belum ada fasilitas publik yang membuat nyaman. Maklum, untuk saat ini Danau Bungara masih dalam proses pengembangan sebagai objek wisata andalan Aceh Singkil. 

Jika ingin menikmati keindahan danau, anda cukup duduk di pinggir sambil berteduh di bawah pohon sawit. Bisa juga mencoba naik bungki (perahu dayung) milik warga sekitar untuk berkeliling mengitari gugusan pulau di danau tersebut. Ada juga yang bisa menyebrang dan singgah di pulau tengah dan menikmati indahnya alam ditemani angin sepoi-sepoi yang akan menghilangkan rasa lelah anda. 

Bagi anda yang hobi memancing tak salahnya mencoba keahlian dan keberuntungan anda di danau ini. Menurut Kepala Kampong Danau Bungara yang saya wawancarai, ikan yang terdapat di danau ini bermacam-macam. Ada ikan pahiten, baung, bakut, mujahir dan ikan mas. Anehnya lagi, walau airnya tawar tapi sesekali pemancing atau nelayan di danau ini juga mendapatkan ikan laut. Ah, luar biasa. Hal inilah yang harus lebih diperhatikan oleh pemerintah tentang keindahan dan keunikan Danau Bungara yang tersembunyi ini. 

Selain itu, Geuchik Kampong Danau Bungara, Mugi Alia Pinem mengaku bahwa selama ini objek wisata itu luput dari perhatian pemerintah. Tak ada satupun infrastruktur yang dibangun oleh dinas pariwisata setempat. Padahal Bupati Aceh Singkil Dulmusrid selalu berjanji akan membenahi objek wisata itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. 

"Sudah 3 kali bupati mengunjungi Danau Bungara dan berjanji membangunnya. Namun belum ada kejelasan pembangunan sampai hari ini," kata Mugi.

Saya sangat yakin jika memang Danau Bungara dibangun dengan keikhlasan dan dilengkapi fasilitas yang mendukung untuk para pengunjung, maka kelak Danau Bungara akan maju dan tentunya memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar yang bisa membuka usaha di sekitar danau tersebut sehingga berkurangnya jumlah pengangguran di Aceh Singkil. Selain itu, untuk menarik minat kunjungan wisatawan ke Danau Bungara, Aceh Singkil perlu membuat event tahunan di danau tersebut. Event itu dirancang dengan baik agar kementerian pariwisata bisa berkunjung dan melihat secara langsung keindahan Danau Bungara. Bukan hanya sebatas menikmati keindahan Danau Bungara menjadi tujuan utama para pelancong, tapi wisatawan juga ingin melihat adat dan budaya setempat.

Pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil memang harus membuat perubahan yang nyata jika memang ingin keluar dari status daerah tertinggal. Selama ini masih banyak orang yang belum mengetahui keberadaan danau kedua terbesar di Aceh ini. Jangankan berbicara orang luar Aceh Singkil, bahkan masyarakat Singkil sendiri banyak yang belum mengetahui di Singkil ada Danau Bungara.

Aceh singkil memiliki alam yang kaya, negeri yang kaya, tapi rakyat masih banyak sengsara bagaikan "Itik berenang di sungai mati kehausan". Istilah itu sangat tepat dengan kondisi Aceh Singkil sekarang. Karena itu, saya sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk memajukan wisata Danau Bungara serta mempromosikannya ke dunia luar, sehingga ketertinggalan Aceh Singkil bisa terpacu, salah satunya dari sektor wisata. 

Sangat besar harapan kedepannya, Danau Bungara bisa berkembang dan banyak dikenal oleh orang luar sehingga menarik perhatian masyarakat luar untuk mengunjungi wisata Danau Bungara.

Penulis: Sri Indah Lestari Br. Solin (Mahasiswi Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP di UIN Ar-Raniry)
Komentar

Tampilkan

Terkini