Search This Blog

Banyak Di Baca

IKUTI VIA EMAIL

PV

Relevankah Ujian Nasional Masa Kini?

Share it:
loading...

UJIAN itu ada dua, ada yang sengaja di buat guna untuk mendapatkan kualitas hidup. Dan kedua, untuk mengukur seberapa mampu kita 'manusia' bertahan akan cobaan yang ditelah diberikan alam dan penciptanya.Isu yang lumayan santer akhir-akhir ini adalah tentang penghapusan ujian nasional. Terlepas dari framing politik hari ini, saya termasuk yang kurang setuju atas isu penghapusan ujian nasional ini.

Terlepas pula, dengan asumsi yang mengatakan bahwa ujian nasional hanya formalitas,  pengukuran paling logis terhadap mutu dari ketuntasan sebuah kompetensi selama sekolah adalah dengan menguji. Karena dalam dunia pendidikan kita mengenal yang namanya assement dan evaluasi, bagaimana untuk mengukur skala nasional jika tidak dengan ujian nasional?

Sependapat dengan Pak Muhadjir Effendi, Mendikbud, yang dilansir dari merdeka.com, beliau mengatakan "Soal namanya itu UN atau apa itu terserah, tetapi yang tidak bisa dihapus itu adalah evaluasi tingkat nasional dalam rangka untuk memastikan standar isi, proses dan seterusnya". 

Ujian sendiri bagi penulis sangatlah penting, sebab dari sana, yang akan dihadapi oleh peserta didik tidak hanya pengetahuan saja. Melainkan banyak faktor yang melatarbelakanginya, seperti mental, jasmani, rohani, kesiapan emosional, dan kemampuan lainnya. Segala kesiapan pun perlu untuk diperhitungkan.

Ujian nasional bukan sekedar ujian bentuk tulis, selesai lalu kemudian tanpa makna. Akan tetapi ujian inilah yang menjadi salah satu tolak ukur dari kemampuan setiap peserta didik di setiap jenjang pendidikan. Penghapusan bukan perihal yang bijak, dan mungkin akan lebih memperburuk angka kualitas dari pendidikan itu sendiri. 

Pasalnya, peserta didik dari setiap jenjang pendidikan tidak lagi takut akan yang namanya tantangan. Menjadi lembek, dan mentalnya tidak lagi kuat. Ujian bukan berarti penghakiman, dan seolah momok yang menyeramkan dari peserta didik. Inilah yang luput dari kacamata pendidikan sebenarnya. 

Essensi dari ujian adalah untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat dari mutu dan kualitas pendidikan berbagai daerah. Jikalau standar proses tidak diukur dengan standar hasil ujian, lalu mengukurnya dengan apa lagi?

Akankan ijazah tidak berisi nilai dengan standar ujian nasional? Relevankah ujian nasional ini masa kini yang notabenya revolusi industry 4,0?

Penulis: Muda Agung Maulana (Mahasiswa Ilmu Politik Fisip UIN Ar-Raniry Banda Aceh)

Share it:

opini

Post A Comment: