-->

Iklan

Semua Pihak Sepakat Pulihkan Kembali Taman Poteu Jeumaloy

22 Desember, 2019, 20.24 WIB Last Updated 2019-12-22T13:24:36Z
BANDA ACEH - Yayasan Darud Donya menyelenggarakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H dan Haul Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail. Acara ini terselenggara atas kerjasama Darud Donya dengan Keluarga Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail, Keluarga Besar Habaib Aceh, para Ulama Aceh, Warga Gampong Kampung Baru Banda Aceh, beserta Komunitas penggiat sejarah.

Acara diselenggarakan di Taman Poteu Jeumaloy Banda Aceh yaitu kawasan Makam keluarga Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail, Banda Aceh, Minggu (22/12/2019).
Ketua Yayasan Darud Donya, Cut Putri yang menjadi ketua panitia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail ini baru pertama kalinya dilaksanakan setelah ratusan tahun lamanya sejak Agresi Belanda tahun 1874. 

Sejak masa Belanda, kawasan Makam Sultan Jamalul Alam di tutup oleh Belanda, lalu sejalan dengan waktu maka tempat tersebut semakin tertutup oleh bangunan-bangunan lainnya sehingga kawasan yang semula sangat luas. Kini tinggal dua makam berukuran sekitar 2 x 1.5 m, bahkan makam keluarga Sultan lainnya telah hilang di bawah bangunan warga. 
Termasuk makam salah satu Sultan Aceh yaitu Sultan Badrul Alam Jamalullail, Ayah dari Sultan Jamalul Alam Badrul Munir, dan kakek Sultan Jamalul Alam yang makamnya kini sudah berada di bawah lantai semen warung bakso yang berjualan di makam. Kini diatas makam itu menjadi tempat meletakkan tungku pembakaran untuk memasak kuah bakso.

Plt Gubernur Aceh, dalam sambutannya yang diwakili Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman, Ridwan Johan mengajak semua pihak menjaga sejarah Aceh dan nisan Aceh. Menjaga sejarah sangat penting sebab sejatinya kita adalah bangsa yang besar. Sesuai visi misi Aceh hebat yang sedang dijalankan Pemerintah Aceh sehingga menjadikan rakyat Aceh sejahtera.
Plt Gubernur Aceh mengapresiasi Yayasan Darud Donya dan warga Gampong Baro atas acara Maulid Nabi dan Haul Sultan karena sesuai dengan kegiatan Program  Aceh Meuadab.

Dalam perhelatan besar yang dihadiri oleh lebih dari seribu orang tersebut, Yayasan Darud Donya khusus mengundang penceramah internasional untuk mengisi tausyiah, yaitu Dr. Habib Zainal Abidin Husin Bilfaqih, S.Ag, M.Pd, yang merupakan Ketua Biro Dakwah DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam/The Malay and Islamic World Organisation) yaitu sebuah organisasi internasional yang beranggotakan 23 negara-negara melayu sedunia.

Dr. Habib Zainal Abidin Husin Bilfaqih, S.Ag, M.Pd, juga merupakan Ketua Pascasarjana IAI Bangil Jawa Timur. Dalam dalam tausyiahnya, Habib Zainal Abidin mengajak kepada seluruh rakyat Aceh untuk melestarikan situs sejarah termasuk makam para ulama dan umara, perlu dijaga sebaik mungkin sebab ini adalah aset khazanah Aceh yang juga merupakan sejarah besar dunia Melayu. 

Dengan lestarinya situs maka dapat mendatangkan wisatawan dan meningkatkan perekonomian. Mempelajari sejarah pun akan menyemangati hidup, sebab dengan mengetahui kisah nenek moyang Aceh di masa lampau dan faham bahwa Aceh adalah Islam maka wajib melindungi syariat Islam. Raja-raja Aceh dulu adalah pelaksana syariat Islam dan Aceh punya hubungan dekat sekali dengan Turki Utsmani. 
Habib Zainal Abidin juga berharap kelak kawasan  makam Poteu Jeumaloy akan menjadi kawasan taman yang luas dan menjadi ikon wisata religi untuk menghormati dan menghargai jasa-jasa Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail. 

Setelah selesai acara dilanjutkan dengan pemasangan nisan kembali pada makam Sultan Badrul Alam (1699-1703), yaitu Ayahanda Sultan Jamalul Alam dan kemudian juga pemasangan kembali nisan Syarief Ibrahim, yaitu kakek dari Sultan Jamalul Alam.  Pemasangan nisan dilakukan oleh keluarga Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dan Habib Dr. Zainal Abidin Bilfaqih, S.Ag, M. Pd.

Kedua makam tersebut kini telah hilang di bawah lantai bangunan warga. Maka untuk menghormati kembali Makam Cucu Rasulullah SAW tersebut, dalam acara Maulid ini, makam tersebut secara simbolis ditandai kembali dengan batu nisan.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan memorandum bersama yang ditujukan untuk PYM Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh, Pimpinan DPR Aceh, Walikota Banda Aceh, Pimpinan DPRK Banda Aceh, Tim Ahli Cagar Budaya(TACB) Kota Banda Aceh dan Balai Pestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh.

Memorandum berisi 4 (empat) point yaitu meminta pihak-pihak yang berkompeten untuk:

1. Membersihkan dan menertibkan akses jalan menuju cagar budaya Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir yang sekarang dipakai sebagai tempat berjualan bakso.

2. Membebaskan kawasan cagar budaya Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dari bangunan-bangunan, dan mengembalikan kawasan situs cagar budaya tersebut seperti semula.

3. Memugar dan memulihkan kawasan cagar budaya Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir sehingga kembali menjadi Taman Poteu Jeumaloy, sebagaimana aslinya di manuskrip.

4. Mengusulkan agar nama jalan utama di kawasan cagar budaya tersebut, menjadi nama Jalan Sultan Jamalul Alam Badrul Munir.

Seluruh pihak berharap agar memorandum ditindaklanjuti pihak terkait sehingga Kawasan Makam Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dapat dibebaskan dan dipulihkan kembali menjadi Taman Poteu Jeumaloy.

Yayasan Darud Donya dan Keluarga Sultan Sayed  Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas suksesnya acara kepada perangkat dan warga Gampong Kampung Baru, Koramil dan Polsek Baiturrahman yang semuanya bekerja siang malam menyukseskan acara. 

Juga terima kasih kepada para pendukung acara yaitu Lembaga Wali Naggroe Aceh, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, Kanwil Kemenag Aceh, Markaz Al Ishlah Al Aziziyah, Yayasan Habib Bugak Al Asyi, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) dan puluhan lembaga pendidikan lainnya serta puluhan komunitas pecinta dan penggiat sejarah Aceh , dan pendukung lainnya. 

Kerjasama besar dan solid ini menjadikan acara berlangsung sukses dan meriah, sangat khidmat dan penuh haru. Apalagi acara diselenggarakan di lokasi Makam Sultan Aceh Cucu Rasulullah SAW yang sangat berjasa besar, sangat alim dan mulia, yang makamnya kini hampir musnah, terjepit diantara toko dan bangunan warga, bahkan sudah di semen di dalam lantai bangunan warga.

Cut Putri berharap agar pemerintah dapat membebaskan seluruh kawasan Makam Sultan Jamalul Alam yang dulu dikenal dengan Taman Poteu Jeumaloy sehingga bebas dari bangunan, dan menjadi kawasan situs sejarah yang dihormati dan diziarahi oleh banyak penziarah dari seluruh dunia.

"Insya Allah suatu saat nanti terwujud kembali taman yang indah itu, sebuah taman yang sarat dengan nilai pendidikan sejarah dan penuh pesan mulia bagi anak cucu Aceh. Sebuah tempat dimana seluruh dunia berziarah kesana untuk melihat bagaimana sebenarnya keindahan jati diri rakyat dan bangsa Aceh, yang yang sangat bangga dan terhormat, dengan Islamnya," harap Cut Putri, Ketua Darud Donya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini