-->

Iklan

14 WNA Asal Iran Terdampar di Perairan Aceh Barat

30 Januari, 2020, 03.05 WIB Last Updated 2020-01-29T20:05:43Z
ACEH BARAT - Sebuah kapal asing berisikan 14 warga negara asal Iran yang tidak mengantongi dokumen apapun ditemukan terombang-ambing di perairan dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat. Kapal tersebut terombang ambing akibat mati mesin. 

Informasi yang dihimpun LintasAtjeh.com, kapal asing asal Iran itu ditemukan oleh nelayan setempat, Senin (27/01/2020) sore, dan kemudian ditarik ke kawasan Pelabuhan Jetty, Ujong Karang, Meulaboh.

Petugas gabungan yang terdiri dari tim Personel Sat Polair Polres Aceh Barat, Airud BKO Polda Aceh, Angkatan Laut Pos Meulaboh, BAIS, SAR Pos Meulaboh, Karantina, Imigrasi dan Syahbandar langsung mendatangi kapal.

Pengakuan para warga Iran yang ada di kapal, mereka berangkat dari Iran, bertujuan untuk mencari ikan. Namun ketika tiba di Somalia, kapal dibajak para perompak. Kemudian kapal mengalami mati mesin sehingga terapung-apung sampai ke perairan Aceh. 

Diduga kapal tidak bisa berlayar karena Pum Pizzle (pompa oli) di bagian mesin tak dapat tidak berfungsi lagi. Kapal mengalami mati mesin di kawasan perairan Maldives pada koordinat 04° 26' 616 N 064° 22' 488 E, kemudian terombang-ambing hingga ke perairan Meulaboh dengan jarak kurang lebih 15 mil dari garis pantai.

Berdasarkan hasil pendataan dari pihak Polres Aceh Barat terhadap ke-14 warga Iran yang di dalam kapal. Masing-masing mereka bernama, Lal Muhammad (43), Annar (38), Al Abbas (41), Abdullah Raisyi (42), Muhammad Rafiq (47), Abdul Nasir (52), Abdullah Fariziq (65), Jawid (31), Ismail (42), Muhammad Rafiq (33), Nathim (24), Adam (31), Syahaqi (41) dan Amir Muhammad (31).

Ada beberapa hal yang membuat sejumlah pihak curiga terhadap pengakuan mereka sebagai nelayan, soalnya tidak ditemukan satu pun alat nelayan di atas kapal. [*/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini