-->

Iklan

Awwaluzzikri Raih Gelar Doctor Summa Cum Laude, Ustadz Abdul Somad Unggah Foto Persahabatannya

17 Januari, 2020, 00.43 WIB Last Updated 2020-01-16T17:43:24Z
BANDA ACEH - Kedekatan Ustadz Abdul Somad atau yang familiar dikenal UAS memiliki persahabatan yang sangat baik dengan salah satu putra Aceh.

Hal itu diketahui dari unggahan akun Instagram @sahabatuasofficial, dengan menyertakan lima lembar foto kedekatan UAS dengan Putra Aceh peraih gelar doctor dengan nilai summa cum laud, Dr Awwaluzzikri, Lc., MA. Keduanya merupakan sahabat lama semenjak sama-sama ke Mesir tahun 1998.

Berikut petikan lengkap postingan akun Instagram, @sahabatuasofficial, Kamis (16/01/2020):

‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
.
.
@sahabatuasofficial
.
Aceh Serambi Makkah.

Jika tanah Makkah mengeluarkan Nabi-nabi, maka tanah Aceh mengeluarkan pewaris para nabi. "Beberapa sahabat Sayyidina Ali melarikan diri sampai ke Sumatera, tepatnya di Aceh", kata Mbah Moen saat bertemu beliau di rumah Gus Yasin tahun lalu. Membuktikan betapa awalnya Islam masuk ke tanah Aceh.

Raja Islam pertama di Nusantara lahir di Aceh, bernama Malikul Saleh. Ibnu Batutah bercerita bagaimana kehebatan raja-raja Aceh dalam Rihlah Ibni Batutah.

Terjemah Qur'an bahasa melayu pertama ditulis ulama Aceh bernama Syaikh Abdurrauf as-Singkili berjudul Tarjuman al-Mustafid. Dalam Fiqh pula kitab Shirat al-Mustaqim ditulis Syaikh Nuruddin ar-Raniri.

Di era moderen, ulama Aceh tetap di depan. Syaikh Prof Dr Muhibuddin Wali tercatat peraih doktor pertama dari Asia Tenggara di Universitas al-Azhar Cairo Mesir dalam bidang syariah (fiqh). Dalam satu hembusan nafasnya menyatu syariat dan haqiqat, fiqh dan tasauf, karena ia mursyid Tareqat Naqsyabandiyah.
Hati orang Aceh sempat berduka karena kepergian Prof Dr Muslim Ibrahim, seorang faqih alumni al-Azhar Mesir. Rupanya, luka itu tak lama, terobati dengan datangnya putra aceh peraih gelar doctor dengan nilai summa cum laud, dialah Dr Awwaluzzikri, Lc., MA. Sahabat kami sama-sama ke Mesir tahun 1998.

Patah tumbuh hilang berganti, hilang satu tumbuh serabu.

Alf mubarak sahabat
[Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini