-->

Iklan

Wabup Atam Melakukan Penanaman Perdana 'Budidaya Cabe Jamu', Tanaman Rakyat Hasil Pejabat...!!!

08 Januari, 2020, 13.31 WIB Last Updated 2020-01-08T06:31:53Z
ACEH TAMIANG - Ada banyak cara untuk meningkatkan produktivitas masyarakat untuk meningkatan ekonomi, salah satunya, pemberdayaan melalui budidaya tanaman cabe jamu, sebagaimana yang dilakukan oleh Pemerintahan Kampung Benteng Anyer, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.

Prosesi penanaman perdana budidaya tanaman cabe jamu di Kampung Anyer, Selasa (07/01/2020), dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, HT. Insyafuddin, ST.

Dalam arahannya, Wabup Insyafuddin mengatakan, Pemkab Aceh Tamiang mendukung sepenuhnya program-program seperti ini, karena sesuai dengan program pemkab yang saat ini tengah giat mengembangkan budidaya hortikultura.

Dihadapan seratusan warga yang hadir, Wabup memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis budidaya tanaman hortikultura bernilai ekonomis tersebut, dan meminta kepada Datok Penghulu beserta Perangkat Kampung Benteng Anyer agar mampu memaksimalkan program ADD, guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Camat Manyak Payed, Mukhtar Hadi, SSTP, melaporkan bahwa pembudidayaan tanaman cabe jamu di Kampung Benteng Anyer, lebih diutamakan dalam bentuk pemberdayaan kepada masyarakat.

"Saat ini setiap rumah warga di Kampung Benteng Anyer, telah diberikan 5 (lima) pohon tanaman cabe jamu untuk dibudidayakan, dan anggarannya diambil dari dana BUMK" ungkap Camat Mukhtar Hadi, yang diamini oleh datok penghulu setempat, Edy Syahputra.

Sementara itu, praktisi tanaman cabe jamu, Yoesdinoer mengatakan, tanaman yang bernama latin Piper retrofractum Vahl tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun untuk Provinsi Aceh, tanaman menjalar 'cabe jamu' masih jarang ditemui.

Menurut pria yang akrab dipanggil Buyung, Aceh Tamiang, khususnya Kampung Benteng Anyer, Kecamatan Manyak Payed, adalah daerah pertama di Provinsi Aceh yang membudidayakan tanaman cabe jamu.

"Pemasarannya cabe jamu telah berkembang ke mancanegara, seperti India, Malaysia, Jazirah Arab dan Korea. Pohon tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh," terang Buyung. 

Berdasarkan data yang dihimpun LintasAtjeh.com, cabe jamu atau cabe jawa, cabe puyang, cabe alas, banyak sekali manfaatnya, bisa untuk jamu, penghangat badan, yang biasa dipakai oleh jamu pikul, bisa juga untuk campuran bandrek susu. pola tanamnya di-stek, ada yang pola semai dulu. Mudah sekali ditanam dengan menggunakan media polybag.

Permintaan pasar terhadap cabe jamu sangat tinggi, harga per kilogram mencapai Rp. 80 Ribu dalam bentuk kering. Peningkatan produktivitas cabe jamu sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan industri obat tradisional dan kebutuhan lainnya di dalam negeri juga untuk pasar luar negeri (ekspor).

Adapun kebutuhan dunia saat ini sekitar 6 juta ton, dan Indonesia baru bisa memenuhi sepertiganya. Budidaya tanaman cabe jamu memiliki peluang emas, tanaman rakyat hasil pejabat. [ZF]
Komentar

Tampilkan

Terkini