Iklan

Catat! Informasi Bayi Baru Lahir di Kuta Cane Bicara 'Telur Rebus Obat Virus Corona' Adalah Hoax

26 Maret, 2020, 23.11 WIB Last Updated 2020-03-27T05:02:08Z
LINTAS ATJEH | ACEH TENGGARA - Beredarnya informasi hoax di media sosial facebook (FB) sejak Kamis, 25 Maret 2020 kemarin, telah menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat.

Berdasarkan penelusuran LintasAtjeh.com, Jum'at (26/03/2020), informasi hoax tersebut menyebutkan bahwa terdapat seorang bayi yang baru lahir di Kuta Cane, Aceh Tenggara, dan langsung bisa berbicara serta memberikan informasi tentang obat virus corona.

Salah satu akun FB yang memposting informasi sesat itu adalah akun FB @SufRiyana Mysha Naira.

"MasshaAllah percaya ga percaya yang penting ini adalah Fakta nya, ada anak bayi baru lahir berbicara DIA berkata rebus telur ayam satu untuk satu orang gak boleh lebih, dan merebus tanpa garam, agar tolak bala atau tolak Virus corona, ini gakta no opini, setelah anak itu berkata sedemikian dia meningga dunia, bayangkan baru lahir berbicara seakan dia lahir hanya untuk menyampaikan amanah ini, subbhannallah keajaibanmu y allah, ikhtiyar apa salahnya..," tulis @SufRiyana Mysha Naira, Kamis malam, 25 Maret 2020 sekira pukul 22.42 WIB. Belakangan, akun tersebut menghilang dari facebook.

Satu akun FB lainnya @raypaen09 juga ikut memposting informasi hoax tersebut.

"SUBHANNALLAH ALLAHU AKBAR, Kejadian aneh dikuta cane aceh indonesia, Keajaiabn ank bayi yg bru Lahir berbicara, dan Menyutkan obat dri virus Corona yaitu (rebus tlur) Dgn hitung berapa kta1 sekeluarga Dan trus makan, Yg lbih mengejutkan lgi Stlah byi itu menyebutkan itu Bayi tersbut langsung Meninggal dunia, itu semua Kuasa allah, allah msih mlindungi kta smua, Semoga inpormasi ini bermanpaar bagi Klian semua Tlong truskan psan ini Agar kta bsa menolong Saudara kita yg terkena Virus corona ini yang Memakan ribuan jiwa," tulisnya.

Postingan ini kemudian beredar viral di grup-grup FB dan mendapat kecaman dari banyak netizen.

Tak sedikit warganet yang meminta polisi menangkap pelaku penyebar informasi hoax tersebut, "Yang menyebar hoax masalah anak bayi ngomong untuk makan telur mohon ditangkap. Karena mengingat masyarakat kita masih banyak yang awam, jadi mohon ditangkap dan dipenjarakan agar menjadi pelajaran bagi warga yang lain. Untuk tidak mempermainkan masyarkat dan itu membuat masyarakat resah saat ini," tulis @Ihsan Sawabi.

Viralnya informasi hoax tersebut turut memancing Direktur RSUD Sahudin Kutacane, Bukhari Pinim untuk angkat bicara.

"Hari ini ada 6 kelahiran bayi di RSU, saya operasi ada tiga pasien, bayinya sehat.  Sedangkan dokter putra ada tiga pasien menanganani kelahiran bayi dengan normal dan bayinya sehat. Jadi keenam bayi yang sudah lahir itu hanya mampu menangis dan tidak mampu bicara sampai sekarang. Demikian klarifikasi dari ruang persalinan RSUD Sahudin Kutacane. Tks," tulis Bukhari Pinim.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Kominfo Aceh Tenggara, Zul Fahmi meminta masyarakat agar jangan mudah percaya dengan isu yang beredar di media sosial, apalagi isu yang belum pasti kebenaran dan keakuratannya sebab itu mengarah pada hoax.

"Saat ini Indonesia, tak kecuali Aceh Tenggara, sedang dihadapkan pada persoalan pencegahan virus corona atau covid-19. "Jangan sampai ikut menyebarluaskan isu hoax yang tak jelas," terangnya.

Zul Fahmi juga menegaskan bahwa postingan hoax bisa berkonsekuensi hukum, dimana pelaku bisa dijerat Pasal 28 ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami minta masyarakat untuk bijak menggunakan medsos terutama facebook dengan tidak menyebarkan isu hoax yang dapat menimbulkan keresahan dan kecemasan di tengah masyarakat. Apalagi masalah virus corona," pinta Zul Fahmi.

Sementara itu Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko Sulistiyo, SH, SIK, menyatakan, saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mencari alat-alat bukti dari postingan yang ada di media sosial.

"Jika nanti cukup bukti, maka para pelaku yang menyebar isu hoax akan dikenakan UU ITE dan kita proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab isu hoax itu sudah viral dan membuat masyarakat resah," ungkapnya. [*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini