-->

Iklan

Kondisi Mis Kuta Bakdrien Memprihatinkan, Butuh Perhatian Pemerintah

01 Maret, 2020, 00.36 WIB Last Updated 2020-02-29T17:36:47Z
LINTAS ATJEH | ABDYA - Kondisi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Gampong Kuta Bakdrien, Kecamatan Tangan-tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kondisinya sangat memperhatinkan, sehingga membutuhkan perhatian pemerintah.

"Sekolah ini dibangun pada tahun 2011 lalu dan pembangunan sekolah ini dimulai dengan swadaya masyarakat,” sebut Kepala Mis Kuta Bakdrien, Tgk Nyak Umar saat dihubungi di Blangpidie, Sabtu, (29/02/2020). 

Dalam penjelasannya, Nyak Umar menyebutkan bahwa bangunan madrasah yang menampung 55 siswa-siswi itu hanya memiliki dua lokal permanen yang disekat menjadi empat ruangan belajar dan ditambah satu bangunan darurat. 

Adapun gedung permanen yang memiliki dua lokal tersebut merupakan hasil perjuangan Wakil Bupati tepatnya semasa Muslizar menjadi anggota DPRK Abdya periode 2009-2014.

Sedangkan bangunan madrasah darurat Lanjutnya, dibangun secara swadaya oleh masyarakat Gampong Kuta Bakdrien. Mereka mengumpulkan dana secara patungan membeli material bangunan agar anak-anak mereka bisa bersekolah. 

Gedung sekolah darurat yang dibangun swadaya itu terbuat dari material kayu, beratap seng, namun belum memiliki dinding penutup, sehingga ketika angin kencang dan hujan melanda proses belajar mengajar menjadi terganggu. 

"Ketika musim hujan tiba air masuk ke ruangan gedung sekolah darurat itu, karena dinding yang terbuat dari triplek tidak seluruhnya menutupi bangunan, sehingga proses belajar mengajar menjadi terganggu,” katanya. 

Disamping belum tersedianya fasilitas gedung yang memadai, lanjut Umar, MIS Kuta Bakdrien itu juga masih banyak kekurangan fasilitas lainnya, mulai dari pagar halaman dan ruang perpustakaan. 

Sementara tambahnya lagi, minat masyarakat mengantarkan anak mereka untuk bersekolah di Madrasah Desa Kuta Bakdrien, Kecamatan Tangan-tangan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, bahkan sekarang sudah ada 55 siswa. 

"Kami masyarakat Desa Kuta Bakdrien ini sangat berharap Kementerian Agama memperhatikan madarasah ini, sehingga proses belajar mengajar terhadap anak kami tidak lagi terganggu saat turun hujan,” demikian ungkapnya.[Adi S]
Komentar

Tampilkan

Terkini