-->

Iklan

Peusaba Minta Penghancuran Situs Sejarah Aceh Secara Diam-diam Dihentikan

24 Maret, 2020, 16.30 WIB Last Updated 2020-03-24T09:30:43Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman mengutuk keras langkah-langkah penghancuran situs yang dilakukan secara diam-diam di tengah masalah covid-19 di dunia. 

Peusaba amat terkejut mendapatkan surat tentang dilanjutkan IPAL di Gampong Pande Banda Aceh dan juga dilanjutkan hotel di sebelah Makam Sultan Sayed Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail. 

Peusaba mengutuk keras di tengah rakyat Aceh sedang lock down, kejahatan mereka masih berlanjut. 

Peusaba mengingatkan bagaimana kejadian Bani Israil yang suka memusnahkan kubur para Aulia dan menjadikan Makam Aulia serta ulama sebagai tempat pembuangan sampah dan tinja.

"Akhirnya kaum Bani Israil itu tertimpa bala bencana berupa wabah. Kemudian diserang bangsa asing sehingga Bani Israil hampir lenyap menjadi bangsa tanpa negeri," ungkap Mawardi.

Peusaba mengaku terkejut di tengah gencarnya wabah covid-19 di seluruh dunia sehingga banyak yang lock down, justru agenda pemusnahan Makam Aulia di Aceh dilanjutkan tanpa henti. 

"Sudah pasti tentu satu agendanya agar Aceh tertimpa bala bencana dan musnah tertimpa bala. Ini adalah rencana dari Bani Israel atau keturunan Bani Israel  yang menyusup ke Aceh sejak zaman Belanda 1874," ketus Mawardi.

Peusaba meminta rakyat Aceh membaca qunut nazilah, yasin dan doa, Waqulja, dll, agar Aceh dijauhkan dari penyakit wabah thaun covid-19. 

"Dan juga berdoa meminta agar kaum yang mau melanjutkan penghancuran Makam Poteu Jeumaloy dan juga yang mau melanjutkan proyek pembuangan tinja di Makam Ulama di Gampong Pande agar diberi hidayah oleh Allah. Jika tidak maka lebih baik agar Allah musnahkan saja kaum yang dzalim itu," tutup Mawardi kepada redaksi, Selasa (24/03/2020).[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini