-->

Iklan

Setia Untung Arimuladi Resmikan Monumen WBK dan WBBM

03 Maret, 2020, 21.34 WIB Last Updated 2020-03-03T14:34:59Z
LINTAS ATJEH | JAKARTA - Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kaban Diklat) Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi memimpin apel kerja pada hari senin pagi, sekaligus melakukan pembukaan selubung monumen WBK dan WBBM (Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) di lapangan apel Badan Diklat Kejaksaan RI, Jakarta, Senin (02/03/2020) kemarin.

Berdasarkan rilis media, Selasa (03/03/2020), pembangunan Monumen WBK dan WBBM yang digagas langsung oleh Kaban Diklat Kejaksaan bersama para agen  perubahan, monumen sebagai symbol, peristiwa dan sejarah , karenanya Badan Diklat Kejaksaan telah berhasil membangun Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.

Kaban Diklat mengungkapkan bersama seluruh jajaran Badiklat menyadari, memang sulit dan tidak mudah untuk membangun zona integritas WBK/WBBM di suatu satuan unit kerja. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, setidaknya ada 5 (lima) langkah yang harus diketahui dan dijalankan bersama.

"Langkah pertama yaitu tekad dan komitmen dari semua jajaran yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, dan pimpinan harus menjadi role model," kata Untung.

Kemudian, lanjut dia, memberikan kemudahan pelayanan, yakni memberikan fasilitas yang lebih baik dan semangat melayani untuk kepuasan publik /masyarakat, atau para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan kediklatan, juga pelayanan internal kepada sesama unit kerja. Pastikan pelayanan ini lebih baik dan dapat dikembangkan dengan semangat jajaran satuan unit kerja.

"Setiap unit kerja dapat menciptakan program-program yang menyentuh publik/masyarakat, juga para pihak yang terlibat dalam kediklatan," ucapnya.

Masih kata dia, membangun manajemen komunikasi. Bagaimana kita dapat menyampaikan ke publik/masyarakat bahwa hasil kerja satuan unit kerja diketahui oleh publik/masyarakat, bahwa satuan unit kerja telah banyak melakukan perubahan.

"Bagaimana setiap perbedaan disatukan, bagaimana setiap hambatan menjadi semangat untuk diperbaiki. Menyatukan langkah kita bersama meraih mimpi Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan yang lebih baik kedepan dan diperhitungkan," sebut Untung.

Dalam menjalankan suatu organisasi, kata Untung, jika ada suatu perbedaan itu adalah hal yang biasa. Tidak perlu diperbesar dan jangan dijadikan sesuatu untuk perpecahan, sehingga memutuskan tali silaturrahmi yang sudah terjalin. Jadikan silaturahim ini dalam satu ikatan ukhuwah.

Untuk itu, patut kita syukuri dan kita jaga bersama agar Badan Diklat Kejaksaan RI, sebagai kawah candra dimuka tetap terjaga dan tempat lahirnya para insan Adhyaksa yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

"Mari kita bersama-sama, dengan berpegangan tangan, membangun kekuatan bersama, dengan kekompakan dan kebersamaan, hidup kita harus saling mengisi," ajaknya.

Kaban Diklat mengatakan manajemen komunikasi diperlukan yang bertujuan agar satuan unit kerja menjadi lebih terbuka. 

"Agar dapat menilai bagaimana pelayanan yang diberikannya, dan apa tanggapan masyarakat/penilaiannya dalam setiap kegiatan," kata Setia Untung Arimuladi dalam amanatnya pada acara pelepasan selubung monumen WBK/WBBM Badiklat Kejaksaan RI.

Untung menegaskan setiap kegiatan yang dilakukan oleh satuan unit kerja, harus dilakukan monitoring dan evaluasi (monev). Untuk memastikan dan mengetahui apakah langkah yang dilakukan oleh satuan unit kerja telah berjalan seuai dengan alurnya atau Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Sebujur batu marmer hitam yang keras bagai komitmen bersama yang kuat dalam melakukan perubahan," ungkapnya.

"Bersanding dengan Trapsila Adhyaksa yang agung dan luhur yaitu Tri Krama Adhyaksa, menjadi landasan jiwa dan raihan cita cita Adhyaksa," sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Kaban Diklat mengajak kepada seluruh peserta apel kerja untuk merenung dan mengingat kembali kenangan saat perjuangan berat dan sangat melelahkan untuk meraih zona integritas wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.

Kaban Diklat mengungkapkan bagaimana setiap unsur berjuang untuk meraih predikat WBK/WBBM, monumen ini hadir, hadir sebagai pengingat. 

"Hadir sebagai catatan sejarah bahwa ditempat ini telah terjadi perubahan yang fundamental tentang mindset dan perilaku kerja menuju ke arah yang lebih baik," ujarnya.

Kaban Diklat menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya tidak hanya kepada para agen-agen perubahan yang telah bekerja keras untuk mewujudkan mimpi Badan Diklat ini. Tapi juga kepada para OB (Office Boy) dan tukang taman yang telah besar perhatiannya membuat lingkungan Badan Diklat ini menjadi bersih dan asri.

"Sekarang kita semua berdiri disini, untuk membuka selubung dan melihat sebuah monumen tentang kekuatan perubahan yang telah dijalankan sebagai pengingat dan pemelihara komitmen bersama kita semua," ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Kaban Diklat yang juga sebagai Ketua Umum PJI mengajak seluruh pegawainya untuk mewujudkan harapan.

"Mari bekerja dengan cepat, tepat waktu, terukur dan produktif, itu yang dibutuhkan saat ini ," demikian ajak Untung.[Muzer/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini