-->

Iklan

Lawan Covid-19, Tenaga Medis Honor Seharusnya Diangkat Jadi ASN

22 April, 2020, 19.39 WIB Last Updated 2020-04-22T12:39:45Z
LINTAS ATJEH | JAKARTA - Wabah Corona (Covid-19) yang telah melanda dunia dan Indonesia sejak awal tahun 2020 menjadikan pandemik paling mematikan untuk saat ini. Hingga hari ini terdapat 210 negara dan wilayah di seluruh dunia yang telah melaporkan Covid-19.

Jumlah pasien terinfeksi corona di dunia, hingga Selasa (22/04/2020) pukul 09.31 WIB mencapai 2.557.181 kasus. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, jumlahnya bertambah lebih dari 65.000 kasus.

Pasalnya, pada Selasa (21/04/2020) pukul 15.52 WIB, jumlah kasus Covid-18 mencapai 2.491.325 kasus. Dari 2,55 juta orang yang positif terinfeksi Covid-19, 177.641 pasien meninggal dunia dan 690.444 dinyatakan sembuh.

Pegiat Asean Studies Universitas Indonesia, Muhammad Ichsan meminta Pemerintahan Jokowi untuk kembali memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pejuang kemanusiaan, khususnya para dokter, perawat serta bidan yang telah berjuang sebagai garda terdepan. Mereka yang masih berstatus, perawat, dokter, bidan (Non-PNS) harusnya diprioritaskan ASN oleh Presiden Jokowi di Tahun 2020 ini. 

"Semoga Bapak Jokowi dapat memberikan apresiasi kepada Relawan Covid-19 khususnya bagi perawat, dokter, bidan yang masih berstatus non ASN. Segera diangkat ASN ditahun ini," ujarnya. 

Pegawai medis non ASN untuk segera di data langsung oleh instansi tempat mereka bekerja, untuk direkomendasikan diangkat sebagai ASN. "Banyak Relawan Covid-19 yang masih berstatus non PNS. Mereka sebagai garda terdepan pahlawan bangsa saat ini," ungkapnya.

Kemenkes dan KemenPAN-RB serta instansi tempat relawan bekerja untuk mendata pejuang kemanusiaan tersebut. "Angkat mereka jadi PNS," harapnya.  

Momen terbaik relawan Covid untuk bekerja ekstra. "Mereka Pahlawan Negara," tutup Ichsan.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini