Iklan

Masyarakat Masih Kurang Peduli Terhadap Himbauan Pemerintah Soal Bahaya Covid-19

09 April, 2020, 11.58 WIB Last Updated 2020-04-09T04:58:02Z
VIRUS Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. 

Virus Corona pertama kali terinfeksi pada Desember 2019 lalu di Wuhan, Cina dan sekarang telah menyebar keberapa negara termasuk Indonesia.

Bahaya virus corona atau Covid-19 yaitu transmisi yang cepat dan lebih mudah dibandingkan wabah SARS yang pernah melanda dunia pada tahun 2003, dikutip dari Financial Times.

Pandemi Covid-19 menyerang saluran pernapasan manusia. Seseorang dapat terinfeksi dari penderita Covid-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi Covid-19. 

Bisa juga seseorang terinfeksi Covid-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

Kasus positif corona di Indonesia telah mencapai angka 2.738 jiwa terhitung pada Senin, 7 April 2020. Tercatat 204 pasien yang sembuh dan juga 221 pasien yang meninggal dunia. Persentase tingkat kematian atau case fatality rate (CFR) corona di Indonesia adalah  8,07 persen dan tingkat kematian ini termasuk di atas rata-rata dunia. 

Ini membuktikan bahwa kurang sigapnya Pemerintah Indonesia dalam menghadapi Covid-19 dan juga kurangnya perhatian masyarakat dalam mematuhi himbauan  Pemerintah dalam melakukan Sosial Distancing (menjaga jarak).

Dimana masih banyak masyarakat seperti pelajar, anak-anak yang bermain di waktu pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menetap di rumah dengan kondisi bekerja dan belajar di rumah saja. Tetapi mereka malah menyalahgunakan pemberitahuan ini dengan mengambil kesempatan bermain di luar sana dan tidak menghiraukan sedikitpun akan bahayanya virus corona ini.

Bukan saja anak-anak sekolahan akan tetapi masih banyak manusia dewasa yang keluar rumah tidak adanya keperluan. Hal ini sangat membahayakan kondisinya dan membawa efek kepada keluarga ketika si korban mengalami dampak virus ini, karena ketidak mematuhi himbauan tersebut.

Bukan saja membahayakan, sangat disayangkan ketika masyarakat tidak dapat membantu pemerintah dalam hibauan ini. Ketika mengalami atau terinfeksi, virus ini akan berantai ke banyak manusia lain dan membuat kewalahan dokter, perawat dalam membasmi pandemi Covid-19 ini dengan masyarakat yang kurangnya kesadaran diri sendiri.

Penulis: Putri Latifah (Mahasiswi FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh)
Komentar

Tampilkan

Terkini