Iklan

Sebut Mudik dan Pulang Kampung Beda, Sindiran Pedas: Jokowi Kelamaan di China!

23 April, 2020, 10.36 WIB Last Updated 2020-04-23T08:12:55Z
LINTAS ATJEH | JAKARTA - Media sosial dihebohkan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Cuplikan interview antara Jokowi dan presenter Najwa Shihab ramai diperbincangkan warganet di Twitter, bahkan hingga Rabu malam jadi trending pertama.

Dalam wawancara Najwa itu, Jokowi mengatakan bahwa mudik tidak sama dengan pulang kampung.

Najwa mengungkapkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tentang banyaknya orang yang mudik lebih awal.

"Kontroversi mudik, data dari Kemenhub sudah hampir 1 juta orang curi start mudik. Faktanya sudah terjadi penyebaran orang di daerah, bapak," kata Najwa. 

Dalam interview tersebut Jokowi menjawab, "Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung."

Pernyataan Jokowi menuai beragam komentar di berbagai kalangan, salah satunya dari Politisi PKSMardani Ali Sera. Mardani mengomentari dengan judul gara-gara telat membuat larangan mudik.

"Gara2 Telat membuat larangan mudik. Menurut Nana: "Data kemenhub sdh hampir 1 juta orang Mudik, sehingga terjadi penyebaran orang ke daerah" (Mungkin mereka biasa Ramadhan di kampung atau mau nyekar)," tulis Mardani di Twitternya.

Sementara itu, komentar pedas dilontarkan mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Ia menjelaskan, sejak SD ia sudah tahu arti mudik. Pigai menduga Jokowi bukan ngeles, tapi memang tidak tahu karena kelamaan di China.

"Mudik berasal dari kata dasar (n) udik. udik artinya hulu sungai, kampung dan desa. Jd Mudik artinya Pulang Kampung atau "going home". Sejak SD Kelas 5 sy sdh tahu arti mudik. Sepertinya Pak Jokowi bukan ngeles tapi memang beliau tidak tahu. kan sudah lama di China bukan?" tulis Pigai di Twitternya. [Warta Ekonomi.co id]
Komentar

Tampilkan

Terkini