Iklan

Alhamdulillah! Enam Orang Suku Nias di Abdya Masuk Islam

28 Mei, 2020, 21.36 WIB Last Updated 2020-05-28T14:36:38Z
LINTAS ATJEH | ABDYA - Enam orang suku Nias asal Penanggalan Kabupaten Subulussalam, terdiri dari satu pasangan suami istri (pasutri) dengan tiga orang anak dan satu orang pemuda secara resmi menyatakan diri masuk Islam alias menjadi mualaf dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. 

Prosesi pensyahadatan dipimpin Wakil Ketua II MPU Abdya Tgk H. Zarkasyh di Mesjid Ponpes Bisbausalam, Desa Cot Seumanto Kecamatan Babahrot, Kamis (28/05/2020) sekira pukul 10.00 WIB.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua MPU Abdya Tgk M. Dahlan, Wakil Ketua I DPRK Abdya Hendra Fadli beserta Anggota DPRK Syarkawi dan Ikhsan. Kemudian Camat Babahrot Drs. Alharis, Danramil 07/Babahrot Kapten Inf Mohd Arifin, Kapolsek Ipda Effi Zarianto, Kepala KUA Babahrot Khairuddin, S.Ag., Pimpinan Ponpes Bisbausalam Tgk Baihaki, Kades Cot Semantok Zaidami serta beberapa warga setempat.

Usai prosesi pensyahadatan dan pencerahan dari Tgk H. Zarkasyh, keenam mualaf tersebut langsung berganti nama masing-masing, Sarojati Ndaha diganti menjadi M. Taufiq, Asirina menjadi Siti Rahmat, Juliana Ndaha menjadi Khairunisa, Alpiansyah Putra Ndaha menjadi Abdul Hadi, Putri Jelita Ndaha menjadi Nurjanah dan Martinus Giawa menjadi Khairul Hidayat.

Salah satu mualaf, Sarojati Ndaha (M Taufik) kepada media mengungkapkan ketertarikan dirinya untuk menjadi muslim sudah dimulai sejak 2011. 

Sarojati Ndha sebelumnya beragama Kristen. Ia nekat memboyong keluarganya merantau ke Aceh sekitar tahun 2009 untuk berburu babi. 

"Kita ngapain malu. Kerjaan saya dulu penjerat babi. Saya dan keluarga pindah-pindah numpang di gubuk sawit orang. Alhamdulillah setelah saya dapat pekerjaan tetap di perkebunan, menjerat babi tidak lagi saya lakukan," terangnya.

Setelah mendapat pekerjaan tetap, kata Sarojati, dirinya sering mendapat arahan dan dorongan dari kawan-kawan (yang sudah mualaf) untuk pindah ke agama Islam. Namun dirinya berprinsip, agama tidak bisa dipaksakan kendati saat itu ia sudah mulai tertarik dan menyukai agama Islam.

"Masuk 2020 dorongan hati ini makin kuat, dan masih juga saya timbang. Alhamdulillah kemarin sudah bulat, dan saya sampaikan sendiri niat hati ini kepada tengku," jelasnya.[Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini