-->

Iklan

Karir Militer Cemerlang Djoko Santoso Semasa Hidup

10 Mei, 2020, 10.39 WIB Last Updated 2020-05-10T03:39:10Z
LINTAS ATJEH | JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso tutup usia, Minggu (10/5/2020) di usia 67 tahun. Semasa hidupnya, Djoko Santoso punya karir militer cemerlang. Perjalanan politiknya pun tak kalah gemerlap.

Djoko Santoso lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 8 September 1952. Usai menamatkan sekolah di SMA Negeri 1 Surakarta, Djoko masuk ke Akademi Militer dan lulus Tahun 1975.

Selain itu, Djoko juga mengikuti Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (Sussarcabif) pada 1976; Kursus Lanjutan Perwira Tempur (Suslapapur) 1987; Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) 1990; dan Lemhannas pada 2005.

Dia juga melanjutkan pendidikan S1 Sarjana Ilmu Politik dan S2 Manajemen Politik di Universitas Terbuka, Jakarta.
Djoko Santoso.

Djoko Santoso merupakan Panglima TNI ke -16 (28 Desember 2007-28 September 2010). Sebelumnya dia juga menjabat sebagai Kasad ke-24, sjak Februari 2005 hingga 28 Desember 2007.

Karir Djoko di militer dimulai dengan menjabat sebagai Komandan Peleton 1 Kompi Senapan A Yonif 121/Macan Kumbang. Setelah jadi perwira tinggi dia menjabat Waassospol Kaster TNI (1998), Kasdam IV/Diponegoro (2000) dan Pangdivif 2/Kostrad (2001).

Dia kemudian menjabat Panglima Kodam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003. Saat ini namanya bersinar karena berhasil meredam konflik di Maluku.

Setelahnya dia menjabat Panglima Kodam Jaya Maret 2003 - Oktober 2003.

Prestasinya kian melejit hingga menjadi Wakil Kepala Staf TNI-AD (Wakasad) tahun 2003, Kepala Staf TNI-AD (Kasad) pada tahun 2005 dan akhirnya Panglima TNI pada tahun 2007-2010.

Djoko Santoso bergabung ke Partai Gerindra pada 2015 dan masuk dalam struktur dewan pembina partai. Dia juga menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.[Okezone]
Komentar

Tampilkan

Terkini