-->

Iklan

Baru Selesai Dibangun Sudah Retak, YARA Aceh Tamiang Minta Penegak Hukum Usut Proyek Bendungan Irigasi Simpang Kapal

10 Mei, 2020, 12.09 WIB Last Updated 2020-05-10T05:10:29Z
LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Tamiang menyayangkan proyek 'Bendungan Sadap Irigasi Simpang Kapal', berlokasi di Gampong Matang Ara Aceh, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, yang baru selesai dikerjakan sudah mulai retak. 

Pasalnya proyek bendungan yang dibangun dengan dana sumber APBA TA 2019 bertujuan untuk mengairi areal persawahan masyarakat seluas 500 hektar tersebut telah menelan anggaran mencapai Rp 5.4 Miliar.

Demikian disampaikan Sekretaris Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Tamiang, Syawaluddin, SH, kepada LintasAtjeh.com, Minggu (10/05/2020).

Menurut Syawaluddin, pembangunan proyek 'Bendungan Sadap Irigasi Simpang Kapal', di Desa Matang Ara Aceh sudah memadai, namun anehnya baru selesai dibangun sudah terlihat retak.

"Aneh, proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah, baru selesai dibangun sudah retak. Bagaimana kalau nanti air besar di sungai, sudah pasti bendungan akan jebol sehingga proyek tersebut tidak ada manfaat untuk masyarakat," sebut Syawaluddin yang juga pengacara di Kabupaten Aceh Tamiang.
Syawal menerangkan bahwa proyek bendungan yang bertujuan untuk mengairi areal persawahan masyarakat seluas 500 hektar itu dibangun dengan menggunakan uang rakyat sehingga semua rakyat boleh menyampaikan protes jika sebuah pembangunan yang baru selesai dibangun sudah rusak.

Oleh karenanya, kata Syawal, YARA Perwakilan Aceh Tamiang meminta kepada pihak Polda Aceh dan juga Kejati Aceh agar segera mengusut pembangunan proyek 'Bendungan Sadap Irigasi Simpang Kapal', di Gampong Matang Ara Aceh.

"Semoga permintaan ini cepat ditanggapi oleh para pihak penegak hukum, baik Polda Aceh maupun Kejati Aceh. Jika permintaan ini tidak ada tanggapan serius maka YARA Perwakilan Aceh Tamiang akan melayangkan surat agar penegak hukum segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi proyek 'Bendungan Sadap Irigasi Simpang Kapal', di Gampong Matang Ara Aceh yang baru dibangun tahun 2019 kemarin," tegas Syawaluddin, SH.

Sebelumnya dikabarkan bahwa proyek Bendungan Sadap Irigasi Simpang Kapal, berlokasi di Gampong Matang Ara Aceh, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, yang dibangun dengan dana yang bersumber dana Otsus yang rampung pada tahun 2019 kemarin, terlihat sudah mulai retak. 

Bendungan yang dibangun dengan anggaran APBA TA 2019 tersebut dapat mengairi areal persawahan masyarakat seluas 500 hektar, meliputi Kampung Matang Ara Aceh, Matang Ara Jawa, Tanjung Neraca dan Kampung Alur Nyamuk, Kecamatan Manyak Payed. [ZF]


Komentar

Tampilkan

Terkini