Iklan

Peusaba: Pertahankan Kekhususan Aceh, Jangan Sampai Dilenyapkan

05 Mei, 2020, 14.07 WIB Last Updated 2020-05-05T07:07:31Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman mengaku sudah lama memperingatkan kalau Aceh sudah kehilangan kekhususannya sedikit demi sedikit. Pemusnahan situs sejarah yang dilakukan secara struktur, masif dan profesional untuk melenyapkan situs era Kesultanan Aceh Darussalam terus saja dilanjutkan di Kawasan Makam Poteu Jeumaloy serta Kawasan Makam Raja dan Ulama di Gampong Pande nyaris tanpa henti. Seolah-olah kehancuran Aceh hari ini belum cukup sehingga makan-makam raja, ulama dan tokoh Aceh era kesultanan perlu dilenyapkan tanpa bekas oleh kaum pembenci itu. 

"Namun kita orang Aceh akan selalu tegar dengan keyakinan bahwa Allah tidak akan meninggalkan para pejuang yang membela agamanya," kata Mawardi kepada LintasAtjeh.com, Selasa (05/05/2020). 

Hari ini, lanjut dia, Aceh dikejutkan dengan berita 40 persen dana dayah dipotong tanpa alasan hingga 205 miliar. Tanpa ada angin atau hujan ka hana le dana Dayah Aceh. 

Namun Ketua Peusaba Aceh mengaku sama sekali tidak terkejut dan sudah memperkirakan sejak lama hal ini akan terus terjadi pelan namun pasti langkah mereka dengan mantap menghilangkan kekhususan Aceh. 

"Langkah pertama telah dimulai ketika mereka mengobok-obok Ahli Adat Aceh yang tergabung dalam MAA. Walaupun sudah terpilih secara mubes dengan gampang dikalahkan," bebernya.

Masih kata Mawardi, sekarang ini memotong salah satu kekuatan penyokong Aceh. Salah satu kekuatan paling tangguh yang dimiliki Aceh bahkan pada masa lalu diakui dunia yakni dayah.

"Seperti diketahui orang dayah adalah kaum ulama dan intelektual yang mempertahankan Islam dan Aceh. Itu telah dibuktikan ketika perang Aceh melawan Majapahit, Portugis, Belanda dan Jepang serta revolusi kemerdekaan. Orang dayah adalah garda terdepan yang melawan kedzoliman," tandasnya.

Menurut Mawardi, adat Aceh sudah dihancurkan kemudian dayah sudah mulai diganggu dan tak lama lagi syari'at Islam pun akan dilenyapkan. Pelan namun pasti langkah mereka dengan mantap akan mengarah pada pelenyapan kekhususan Aceh dan terakhir mungkin Aceh sendiri. 

"Kita orang Aceh tidak seharusnya berbeda lagi hari ini. Kita Aceh adalah satu, percayalah hanya dengan bersatu seluruh Aceh melawan mereka kaum yang dzolim itu, barulah kita akan menang," demikian tegas Mawardi.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini