Iklan

Banyak Kendala, Efektifkah Kuliah dari Rumah?

10 Juni, 2020, 12.50 WIB Last Updated 2020-06-10T05:50:48Z
KASUS Corona Virus Desease-2019 (Covid-2019) semakin hari semakin banyak memakan korban. Terutama di Indonesia sehingga Pemerintah Indonesia mengeluarkan banyak kebijakan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 ini semakin meluas, seperti PSBB, lockdown, social distancing serta work from home (WFH).

Sehingga dengan kebijakan tersebut masyarakat dihimbau untuk tidak beraktifitas di luar rumah sebagaimana biasanya tetapi semua aktifitas tersebut dilakukan di rumah mulai dari belajar, kuliah, bekerja dan melakukan aktifitas umum lainnya.

Dalam dunia belajar termasuk perkuliahan juga diterapkan sistem belajar dari rumah dengan metode daring atau online learning. Himbauan tersebut dimaksudkan agar mencegah penyebarluasan kasus Covid-19 di dunia kampus. Tujuan lain dari kebijakan ini agar mahasiswa tetap melakukan kegiatan perkuliahan meskipun keadaan sekarang tidak mengizinkan untuk bertatap muka.

Namun dalam masa kuliah daring tidak semua berjalan dengan lancar ada hal-hal yang diresahkan mahasiswa ketika dalam proses kuliah online atau daring ini. Pada awal penerapannya banyak mahasiswa menanggapi daring ini dengan baik karena mahasiswa dapat belajar dari rumah, berkumpul dengan keluarga dan belajar bisa lebih santai. Namun setelah berjalannya waktu, poses belajar daring ini memiliki banyak keresahan yang dirasakan oleh mahasiswa dan bahkan berkurangnya minat belajar serta berkurangnya mutu belajar mahasiswa. Apa penyebabnya? Serta apa yang harus dilakukan mahasiswa?

Menurut saya penyebab kurang efektifnya kuliah daring yaitu masalah jaringan. Tidak semua kita di kampung jaringan bagus, pasti ada masalah jaringan termasuk saya. Sehingga kuliah daring tidak bisa berjalan lancar karena suara yang terdengar terputus-putus. Yang kedua masalah kouta,sebahagian dari kita jaringan bagus, tapi kouta sekarat jadi kuliah tidak berjalan lancar sebab kita kuliah daring kebanyakan via aplikasi. Dan keadaan sekarangpun ekonomi semakin buruk lebih-lebih petani yang sekarang hasil panen mulai murah. 

Menurut Fitri Handayani, mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh lebih memilih belajar di kampus daripada menjalankan kuliah daring selama pandemi. "Jujur saya pilih belajar di kampus agar bisa lebih fokus dan belajar lebih baik karena bisa belajar dengan teman-teman. Tapi kalau situasi seperti ini dan membahayakan jiwa dan nyawa maka ya harus gimana lagi".  Pendapat tersebut tentunya didasarkan pada pengalamannya selama berjalannya kuliah online ini.

Berdasarkan pengalaman tersebut, sebagai seorang mahasiswa kita harus pandai-pandai menanggapi kondisi genting seperti sekarang. Apakah kita memilih prinsip untuk kenyamanan atau aturan. Dan jika kita sudah tahu, kita perlu berusaha menyikapi kebijakan apapun yang dikeluarkan oleh pemerintah terutama mengenai masalah pendidikan. Harapan kita, ya semoga corona cepat berlalu dan semua aktivitas bisa normal kembali.

PenulisMasmi (Mahasiswi Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh)
Komentar

Tampilkan

Terkini