Iklan

Jika Rapid Test Dilakukan di Aceh, Fahmi: KMAB Siap Galang Perlawanan

09 Juni, 2020, 08.22 WIB Last Updated 2020-06-09T01:22:41Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Ketua Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu meminta pihak Pemerintahan Aceh untuk mengklarifikasi rencana rapid test Covid-19 yang selama ini meresahkan masyarakat Aceh.

"Jika rapid test betul akan dilakukan di beberapa daerah di Aceh, saya meminta pihak Pemerintah Aceh untuk menolak rencana itu atas nama masyarakat Aceh," kata Fahmi Nuzula dalam pesan whatsapp, Selasa (09/06/2020).

Fahmi menjelaskan Aceh tidak boleh disamakan dengan daerah lain. Aceh salah satu daerah yang memiliki tatanan sosial yang agak berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Dimana Aceh kental dengan kepercayaan agama yang kuat dan masyarakat Aceh tidak mudah serta merta di dikte oleh negara. Karena program itu diduga  penuh dengan kecurigaan yang bukan-bukan bahkan tidak menutup kemungkinan banyak kalangan masyarakat Aceh melawan kebijakan itu.

Fahmi Nuzula juga memberi suatu gambaran konflik horizontal yang berkepanjangan bila rapid test ini akan dilakukan. Aceh tidak siap untuk di dikte sedemikan rupa apalagi hanya untuk hal-hal konyol seperti Itu. 

Fahmi memberi peringatan keras kepada Nova selaku Plt Gubernur Aceh saat ini. Nova pentolan dari salah satu partai nasional di Aceh seharusnya lebih peka hal seperti ini. Fahmi mengancam akan menggalang kekuatan perlawanan apabila rapid test akan dilakukan. 

"Jangan bingungkan masyarakat apalagi menjadi hantu yang menakutkan bagi masyarakat awam. Saya mengajak semua kalangan masyarakat Aceh untuk melawan apabila sewaktu-waktu rapid test Covid-19 akan dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh," ungkap Fahmi.

Fahmi menilai Pemerintah Aceh seperti kendaraan tanpa tujuan, sering membingungkan masyarakat bahkan tidak mampu memberi kenyamanan kehidupan bermasyarakat. Apalagi untuk mengurangi kemiskinan, lembu saja bisa kurus dengan anggaran tender yang jelas, apalagi untuk mensejahterakan masyarakat yang programnya belum jelas. 

"Stop memberi ancaman dan tolong klarifikasi kepada masyarakat terkait isu rapid test yang sering diperbincangkan di media sosial," tukasnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini