Iklan

Nurul Akhyar Tutup Usia, Kader PII Aceh: Selamat Jalan Komandan Brigade

11 Juni, 2020, 07.00 WIB Last Updated 2020-06-11T00:00:31Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Innalillahi wainnaillaihi roji'un, Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Aceh dilanda duka cita. Salah seorang kader terbaik yang pernah menjabat sebagai Koordinator Wilayah Brigade PII Aceh periode 2014-2016, Nurul Ahyar dipanggil oleh Yang Maha Kuasa di kediamannya Blang Bintang Aceh Besar, Rabu (10/06/2020) pukul 23.00 WIB.

Almarhum Ahyar dikhabarkan selama ini mengalami sakit ginjal sehingga harus melakukan pengobatan. Namun, hal itu tidak membuat semangatnya pudar untuk terus hadir di tengah-tengah kader PII.

Ungkapan belasungkawa itu diungkapkan oleh Mantan Ketua Umum PB PII, Munawar Khalil kepada media, Kamis (11/06/2020).

"Saya mengenal saudara Ahyar dari tahun 2006, kami sama-sama jebolan Brigade PII Aceh (Generasi Emas Brigade PII Aceh saat itu). Di saat saya menjabat sebagai Komandan Brigade PII Aceh Periode 2012-2014, sahabat Ahyar membantu saya duduk di posisi sebagai Kepala Staf Diklat (Pendidikan dan Latihan). Selama 1 periode ini kami melahirkan kader Brigade terbanyak 99 orang (Pasukan Brigade PII) aktif di berbagai kegiatan dan ikut membentuk Relawan Kemanusiaan Gempa Gayo yang mana mereka menetap selama 1 bulan lebih di tenda pengungsian," ujar Munawar.

Kemudian, lanjut Munawar, selama dirinya menjadi Ketua Umum PW PII Aceh periode 2014-2016, saudara Ahyar terpilih menjadi Komandan Brigade PII Aceh. "Lagi, beliau mandampingi saya di kepengurusan. Saya sangat dekat sama beliau selain berteman dan berdiskusi di meja kopi, sampai hobi naik gunung kami pun sama," cerita Munawar mengaku sedih.

Munawar juga mengenang, pernah jam 2 malam naik motor. Kami berangkat ke Bener Meriah dataran tinggi Gayo, hanya untuk mendaki Gunung Burni Telong.  "Karena kami merasa suntuk di Kota Banda Aceh. Kemudian juga keluarganya sudah seperti keluarga saya sendiri. Kami pernah sama mengikuti beberapa even PII nasional. Saya bersaksi saudara ku Ahyar orang baik, santun dan penyabar," jelasnya.

Sementara itu, Mantan Ketua Umum PII Aceh Selatan periode 2007-2008, Delky Nofrizal Qutni mengaku dirinya merasa kehilangan atas kepergian sosok Ahyar.
"Selamat jalan Komandan Brigade, kader-kader PII setanah air wabil khusus Aceh pasti merindukanmu. Di balik itu semua, namun sang Khaliq lebih mencintaimu. Semoga almarhum diberikan sebaik-baik tempat di dalam Jannah nya Allah," ungkap Delky mengaku kehilangan sahabat dekat.

Delky menyebutkan, beberapa kali even PII baik konferensi wilayah hingga Mukhtamar Nasional dirinya bersama-sama dengan almarhum. 

"Almarhum Ahyar sahabat yang sangat baik dan setia, komandan brigade yang tegas namun lembut. Beliau orang yang sangat baik," ucap Delky.

Menurut Mantan Ketua II  PII Kampus Banda Aceh ini, semasa di PII dirinya mengenal banyak sahabat, dan Ahyar salah satu sahabat yang istimewa baginya. "Jika sudah momen pemilihan ketua, jika saya hadir dan Ahyar pun disana kami biasa sering disudut memantau situasi dan mengatur langkah-langkah. Almarhum senantiasa menerima masukan yang baik untuk kebaikan bersama dan tidak ego dalam menentukan langkah. 

Terakhir saya bertemu beliau di Muknas PII beberapa tahun silam, saat itu PII Aceh berhasil mengantarkan 2 kader terbaiknya untuk ke Pengurus Besar PII, yakni Munawar Khalil untuk Ketua Umum PB PII, dan almarhum Sufian Suri Ali Hamzah untuk Koordinator Pusat Brigade PII. "Disana peran Ahyar sebagai komandan Brigade dalam juga patut diakui. Meski terlihat lelah almarhum Ahyar terlihat tetap bersemangat dan selalu tersenyum," ringkas Delky.

Masih kata Delky, kepergian Ahyar menghadap Yang Maha Kuasa akan memiliki kenangan tersendiri bagi dirinya dan sejumlah kader PII. Sosok yang dikenal tenang dan baik tersebut pastinya akan senantiasa dikenang.

"Selamat jalan komandan, kami kader PII pasti akan senantiasa mengenangmu Sobat. Saya bersaksi bahwa sahabat Ahyar adalah sosok yang baik, setia, rendah hati dan santun," pungkas Delky.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini