-->

Iklan

Oknum Dokter RSU SAS Peureulak Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, dr. HL: Pemeriksaan Sesuai SOP

15 Juni, 2020, 11.16 WIB Last Updated 2020-06-15T07:09:54Z
LINTAS ATJEH | ACEH TIMUR - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kabupaten Aceh Timur, menerima kuasa dari salah seorang korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Sultan Azis Syah (RSU SAS), yang beralamat di Kecamatan Peureulak.

"Kami telah menerima kuasa dari salah seorang pasien, berinisial HJM, warga Kecamatan Sungai Raya, yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang oknum dokter bedah di rumah sakit tersebut yang berinisial HL," demikian ungkap Ketua YARA Perwakilan Aceh Timur, Indra Kusmeran, SH, Minggu (14/06/2020).

Dijelaskan oleh Indra bahwa kasus ini sudah ditangani oleh polisi. Pihaknya siap memantau kasus tersebut hingga ke pengadilan.

Lanjutnya lagi, berdasarkan keterangan ibu korban kepada tim YARA, kejadian itu terjadi pada Selasa (02/06/2020) kemarin, saat korban didampingi keluarga pergi ke RSU SAS untuk berobat karena sakit payudara dan rencananya akan dioperasi.

Tiba di rumah sakit, kata Indra, korban yang berinisial HJM dibawa ke ruang USG oleh perawat atas perintah dr. HL untuk diperiksa dan Saat dilakukan pemeriksaan, tiba- tiba alat tersebut mengalami gangguan, tanpa alasan yang jelas perawat beserta ibu korban diminta untuk keluar dari ruang USG.

"Saat itulah oknum dokter spesialis bedah, dr. HL melakukan pelecehan seksual terhadap korban, sehingga korban mengalami shok berat," terangnya lagi. Kemudian korban melapor ke Polres Aceh Timur.

Sementara itu, dr. HL saat dikonfirmasi mengatakan, tudingan dirinya telah melakukan pelecehan seksual terhadap pasien adalah tuduhan yang mengada-ngada dan dirinya mengaku sudah 20 tahun bertugas sebagai dokter, tidak mungkin dirinya melakukan hal seperti itu.

"Saya sebagai dokter sudah melaksanakan tugas sesuai dengan SOP, tidak benar saya melakukan hal yang seperti yang dituding oleh sejumlah pihak," ujar dr. HL lagi.

Ia menceritakan bahwa kronologis awal nya, pada Selasa (02/06/2020) datang seorang pasien yang berinisial HJM, ke RSU SAS dan masuk melalui IGD sesuai dengan SOP RSU SAS. Setelah itu, lanjutnya, masuk ke ruang rawatan bedah. Pada hari itu, di ruangan ada sekitar 8  orang perawat, lalu pasien diantar ke ruang pemeriksaan oleh perawat kamar yang ditutupi dengan tirai (kain) lalu dilakukan pemeriksaan penunjang  sesuai dengan keluhan pasien. 

"Setelah dilakukan pemeriksaan sesuai dengan SOP sekitar lebih kurang 5 menit di kamar bertirai, kemudian pasien dipindahkan ke ruang rawatan bedah. Tidak mungkin kami lakukan hal yang tidak-tidak karena masih di dampingi perawat di ruangan tersebut," jelas dr. HL.

"Herannya kok tiba tiba muncul opini bahwa seakan akan sudah saya melakukan asusila di rumah sakit. Ini opini yang dibangun oleh pihak-pihak yang ingin menghacurkan karakter profesi dokter. Dan pasien HMJ sudah berhasil dioperasi tumor  payudaranya sekarang sudah kembali kerumahnya," tutup dr. HL.

Direktur Rumah Sakit Umum Sultan Azis Syah Peurelak, dr. Dharma Widya, melalui telepon seluler menuturkan, dirinya telah memerintahkan komite medik untuk memanggil oknum dokter tersebut guna mempertanyakan duduk perkara. 

"Kami tangani dahulu secara internal,” pungkas," dr. Dharma. [*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini