-->

Iklan

Budiawan Aktivis IMM Banda Aceh: Adakan Touring Moge, Pemerintah Aceh Tertawa Bahagia

12 Agustus, 2020, 18.32 WIB Last Updated 2020-08-12T11:32:03Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Banda Aceh, Budiawan mengatakan bahwa di tengah merebaknya wabah pandemi Covid-19 yang kita tidak tahu kapan selesainya tiba-tiba Pemerintah Aceh memperingati hari Damai Aceh dengan diadakannya Touring Motor Gede (Moge) sangat melukai hati Rakyat Aceh yang menghabiskan anggaran senilai 305.663.796 dengan hura-hura yang tidak ada sama sekali manfaatnya.

Budiawan juga menjelaskan hal ini sangat membuat perjuangan Rakyat Aceh semasa konflik sia-sia. Dan hati Rakyat Aceh terluka dengan tindakan Pemerintah Aceh dan BRA yang membuat Touring Moge tidak ada manfaatnya sama sekali. Seharusnya Pemerintah Aceh harus fokus memikirkan Dan Mewujudkan butir-butir MoU Helsinki, sampai sekarang tidak ada implementasi dari Pemerintah Aceh terkait hal-hal yang sakral.

"Tugas Pemerintah seharusnya dengan memperingati 15 Tahun Perdamaian Aceh harus benar-benar memikirkan dan melihat korban konflik karena masih banyak Kombatan yang tidak terpenuhi haknya. Bukan hanya membuang dana dengan seenak kalian," jelas Budiawan kepada media, Rabu (12/08/2020).

Selain itu, juga kita ketahui bahwa butir-butir MoU Helsinki belum terimplementasikan dengan sebenar-benarnya. Masih banyak yang harus dilakukan Pemerintah Aceh terkait butir MoU Helsinki. Maka dengan itu kami mohon jangan jadikan ini seperti ajang proyek di akhir jabatan.

"Jadi kami berharap kepada Yang Terhormat Plt Gubernur Aceh Bapak Nova Iriansyah untuk membatalkan kegiatan tersebut dan kami mohon dananya dipergunakan dengan akal sehat bukan untuk hura-hura," tegasnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini