-->

Setiap Harinya Tamiang Menghasilkan 500 Kg Sampah Plastik, Jika Didaur Ulang Menjadi Paving Block Sangatlah Efektif...!!!

28 September, 2020, 11.11 WIB Last Updated 2020-09-28T04:12:16Z

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Sampah plastik yang dihasilkan warga di kabupaten bergelar Bumi Muda Sedia, yakni Aceh Tamiang mencapai 500 kg per hari. 

Tingginya volume sampah plastik tersebut membuat petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang butuh sepuluh kali melangsir dari permukiman warga ke tempat pembuangan akhir (TPA) Kampung Durian, Kecamatan Rantau.

"Kami membagi tiga zona, yakni zona perkotaan, perdagangan dan zona komplek kantor bupati. Dalam sehari truk kita sepuluh kali bolak-balik membawa sampah dari tiga zona ini ke TPA," ungkap Kabid Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang, Ibnu Hajar, SE, Minggu (27/9/2020).

Menurut Ibnu Hajar, selama ini metode pemusnahan sampah plastik yang merupakan limbah organik digabung dengan anorganik, yakni dimasukkan ke dalam kolam sampah di TPA seluas 30x30 meter dengan kedalaman enam meter.

Lanjutnya lagi, di batas ketinggian yang sudah ditentukan, sampah yang sudah dimasukkan ke dalam kolam kemudian ditimbun tanah setebal 80 centimeter setelah melalui pengerasan menggunakan alat berat.

"Setelah ditimbun, kolam tersebut kembali digunakan untuk membuang sampah baru," ujarnya.

Ibnu Hajar mengakui, inovasi pengolahan limbah plastik menjadi paving block yang saat ini sedang tahap simulasi di DLH Aceh Tamiang sangat efektif mengatasi persoalan sampah.

"Kita berharap semoga inovasi ini bisa terus dikembangkan dengan memproduksi massal agar tumpukan sampah di TPA bisa dimanfaatkan ulang," tutup Ibnu Hajar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tamiang melakukan inovasi dengan mengolah limbah plastik menjadi paving block.

Simulasi pembuatan paving block ini dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Minggu (20/09/2020). 

Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memeringati World Cleanup Day (Hari Bersih- Bersih Sedunia) yang disepakati diperingati setiap tahun pada pekan ketiga bulan September.

"Persoalan sampah hari ini sangat serius, terlebih sampah plastik yang memang membutuhkan inovasi dalam penanganannya,” kata Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang, Sayed Mahdi, SP, M.Si, MMA.

Dalam simulasi ini Sayed Mahdi dan timnya berhasil membuat 10 buah paving block dari limbah plastik.

Seluruh bahan pembuatan ini merupakan rakitan tim dari DLH Aceh Tamiang yang kemudian ditempah di tempat khusus.

"Misalnya tempat masaknya ini semacam dandang dan cetakan paving blocknya kita desain sendiri, walau akhirnya kita tempah sama ahlinya,” kata Sayed Mahdi.

Setelah melalui proses pencairan menggunakan kompor, sampah plastik kemudian dimasukan ke dalam cetakan paving block.

Satu kilogram sampah plastik menghasilkan satu buah paving block.

Proses pencairan ini membutuhkan waktu lima hingga sepuluh menit, tergantung jenis plastik yang digunakan.

"Kami kebanyakan menggunakan plastik kantungan kresek karena memang saat ini tidak memiliki nilai ekonomis, makanya cepat. Tapi kalau plastik botol minuman sedikit lebih lama karena keras," tuturnya lagi.

Menurut Sayed Mahdi, kualitas paving block dari limbah plastik ini tidak kalah dari produk yang menggunakan bahan campuran semen.

Malahan, ungkap Sayed Mahdi, racikan limbah palstik ini lebih kuat dan tidak akan pecah.

Sayed Mahdi mengaku sudah menunjukkan hasil inovasi mereka kepada Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH, M.Kn. Dan Mursil sangat mengapresiasi terobosan yang mereka lakukan dan didorong untuk melakukan produksi massal.

"Saat ini kami hanya memiliki lima cetakan. Sebelum melakukan produksi massal, kami akan menambah dulu cetakannya," demikian terang Kadis Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Sayed Mahdi, SP, M.Si, MMA. [ZF]

 

Komentar

Tampilkan

Terkini