-->

Iklan

Serius Lestarikan Budaya Melayu, Kementerian Ristek/Brin Digitalisasi Pengerajin Anyaman Serdang Bedagai

22 Oktober, 2020, 20.33 WIB Last Updated 2020-10-22T13:34:12Z

LINTAS ATJEH | SERDANG BEDAGAI - Kementerian Riset dan Teknlogi/Badan Riset dan Inovasi Nasional serius dalam rangka mendukung dan mengembangkan budaya melayu pesisir yang ada di Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai. Hal ini terlihat dari langkah nyata yang dilakukan oleh kementerian yang menggandeng perguruan tinggi dalam pembinaan dan pendampingan pengerajin anyaman pandan dalam hal penerapan teknologi. 


Hal ini terlihat disela-sela kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan pada Kamis (22/10/2020), oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unimed. Tim pendamping Program Pengembangan Produk Unggulan daerah (PPUD) Rita Purnama Sari, M.Pd mengungkapkan bahwa Kementerian Ristek/Brin sangat concern mendukung pengembangan UMKM yang berbasis produk unggulan daerah yang memiliki karakteristik Budaya. 


"Karena bila tidak ada yang peduli terhadap pengembangan budaya, bukan tidak mungkin kerajinan anyaman khas melayu di tinggalkan oleh masyarakat dan hilang di telan zaman karena diangkap tidak menarik dan tidak relevan dengan kondisi kekinian,” ujar wanita yang sudah malang melintang di dunia pengabdian masyarakat tersebut.


Lanjut Rita, di masa pandemi Covid-19 ini Ristek/Brin menggandeng LPPM Unimed dengan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang 75% adalah untuk produktifitas masyarakat  dan 25 % nya kegiatan yang mengacu dalam bidang pendidikan dan pelatihan kecakapan hidup sosial masyarakat. “Artinya Ristek?Brin dan kampus concern dalam bidang pengembangan ekonomi kerakyatan dan berbasis budaya,agar produk dengan nilai kekhasan daerah tidak lekang di telan zaman dan tetap diminati maka harus didampingi dengan teknologi agar muncul produk kekinian tanpa meninggalkan sisi kebudayaan dan kekhasan daerah,” papar wanita berkacamata tersebut.


Hal senada diungkapkan oleh Irfandi ketua Tim Pengabdi yang di dampingi anggota Adek Cerah dan Taufik hidayat. Dalam kegiatan ini kelompok pengerajin anyaman pandan khas melayu tidak hanya di berikan pelatihan dalam mempergunakan teknologi IT akan tetapi kementerian Ristek/Brin lewat dosen-dosen Unimed juga memfasilitasi dalam hal pengadaan barang-barang yang diperlukan dalam proses digitalisasi UMKM anyaman pandan khas melayu Serdang Bedagai.


“Jadi tidak hanya pada tataran Pembuatan dan pelatihan penggunaan website e-comerce usaha dengan alamat URL http://craftpandan.com, akan tetapi alat penunjang seperti laptop, alat scan, cetak dan juga perlengkapan kantor sebagai penunjang juga di fasilitasi oleh Kemenristek Dikti/Brin. Dan direncanakan pada akhir bulan nati penyediaan jaringan internet via wifi indihome juga akan diakseskan ke kelompok untuk menunjang pemasaran digital," ungkap Irfandi.

Kegiatan Monev yang dilaksanakan mulai tanggal 21-23 Oktober 2020 dengan metode “blusukan” langsung kekantong-kantong rumah produksi UMKM dan lembaga pendidikan yang ada di Sumatera Utara.  Dan kunjungan ke lapangan yang dijalankan tersebut mendapat respon positif pelaku  usaha yang pada awalnya hanya kegiatan ekonomi untuk membantu pendapatan keluarga, dengan adanya pendampingan memberikan semangat dan rasa percaya diri untuk mengembangkan usaha tidak hanya pada tataran lokal akan tetapi bisa menembus pasar Internasional dengan digitalisasi usaha tersebut.[*/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini