-->

Iklan

PP GEMEI Yakin, Komjen Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H, Jadi Kapolri!

20 November, 2020, 05.32 WIB Last Updated 2020-11-19T22:34:23Z

LINTAS ATJEH | JAKARTA - Perebutan kursi panas Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) kian dekat, menyusul akan berakhirnya masa kepemimpinan Jenderal Pol. Idham Azis yang pensiun pada Januari 2021.


Posisi Kapolri penerus Idham Azis dinilai sangat strategis, terutama menuju Pilpres 2024. Karena itu, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Ekonomi Indonesia menggugah partisipasi masyarakat untuk ikut memberi sumbangsih informasi, saran, dan penilaian terkait sosok calon Kapolri terbaik.


Salah satu kandidat kuat Kapolri yang banyak disebut-sebut adalah Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H. Seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Mei 2020 menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).


Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Ekonomi Indonesia ( PP GEMEI), Albar menyebut nama Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H, sangat akrab di telinga. Ia adalah orang asli Minang bergelar Datuak Rangkayo Basa. Ia lahir di Jakarta pada 25 Maret 1965 dari keluarga pasangan Minangkabau. Ayahnya berasal dari Solok sedangkan ibunya dari Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat.

"Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H adalah cucu dari sastrawan Indonesia, Aman Datuk Madjoindo. Boy menikah dengan Irawati dan telah dikaruniai dua orang anak," terang Albar.


Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H, menempuh pendidikan di AKABRI bagian Kepolisian (AKABRI Kepolisian) dan lulus pada tahun 1988 dengan pangkat Letnan Dua Polisi (Letda Polisi).


Pada tahun 1991 pangkatnya naik menjadi Letnan Satu Polisi (Lettu Polisi). Ketika berpangkat Kolonel Polisi pada tahun 1999, dia ditugaskan ke Bosnia sebagai Wakil Komandan Kontingen Garuda XIV.


Sebelum ditunjuk menjadi Kepala BNPT, Boy menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri (2018-2020).


Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar M.H. sempat menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten pada 2014-2016, juga Kapolda Papua pada 2017-2018.


Nama Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H, tentu sangat akrab di telinga. Maklum saja, ia sangat moncer prestasi dan dikenal publik sejak menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya pada 2009.


Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H, menghiasi media televisi, koran, radio. Tampilan yang tenang dengan komunikasi yang jelas nan lugas sangat empuk bagi media. Seolah setiap informasi menyangkut kepolisian menjadi tidak lengkap tanpa statemen Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H..


"Dari Kadiv Humas Polda Metro Jaya, ia kemudian ditarik ke Mabes Polri dan diangkat menjadi Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat (Kabagpenum Ropenmas) Divisi Humas Polri pada 2010. Dua tahun kemudian, ia naik satu tingkat jabatan di divisi yang sama dengan menjabat Karopenmas Divisi Humas Polri," tegas Albar


Diselingi jabatan Kapolda Banten, eks anggota Kontingen Garuda di Bosnia dan Kamboja ini kemudian menjadi Kepala Divisi Humas Polri pada 2016, sebelum bertugas di Papua dan kemudian kembali ke Jakarta sebagai Wakalemdiklat.


Albar mengatakan Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, M.H, juga dinobatkan sebagai Doktor Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran, Bandung, lewat disertasinya berjudul ‘Disertasi Integrasi Manajemen Media Dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter’, pada 14 Agustus 2019.


Salah satu pengujinya saat itu adalah Mantan Kapolri Tito Karnavian yang kini jadi Mendagri. Tito mencecar Boy dengan sejumlah pertanyaan terkait demokrasi liberal, media sosial, UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta kaitannya dengan penegakan hukum," ungkapnya, Kamis (19/11/2020).[*/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini