-->

Iklan

Rekaman Danny Pomanto Bocor, Keluarga Besar JK Merasa Difitnah

06 Desember, 2020, 07.38 WIB Last Updated 2020-12-06T03:17:28Z

LINTAS ATJEH | MAKASSAR - Rekaman pembicaraan diduga calon Walikota Makassar, Danny Pomanto yang menyebut mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) dalang penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo viral di media sosial, Sabtu (5/12).


Rekaman suara diduga Danny Pomanto itu disebut-sebut diambil di kediaman Danny Pomanto di Makassar, Jalan Amirullah pada 27 November 2020.


Dalam rekaman tersebut, Danny Pomanto sedang berbincang dengan sejumlah orang. Ia membuat analisa tentang penangkapan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Percakapan itu awalnya menyinggung peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) Menteri KKP Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta Jakarta oleh KPK yang dikomandoi Novel Baswedan.


Setelahnya, suara yang diduga Danny Pomanto itu menyimpulkan bahwa penangkapan yang dipimpin Novel Baswedan itu erat kaitannya dengan JK dan Anies Baswedan.


“Kalau urusannya Edhy Prabowo ini, kalau Novel yang tangkap berarti JK–Anies Baswedan. Maksudnya kontrolnya di JK,” katanya.


Percakapan itu mengalir lebih dalam hingga menyinggung para penguasa di negeri ini.


Menurut suara yang diduga Danny, JK secara tersirat telah menyerang Prabowo. JK, kata dia, membenturkan Prabowo dengan Presiden Jokowi.


“Artinya dia sudah menyerang Prabowo. Yang kedua, nanti seolah-olah Pak Jokowi yang suruh (KPK tangkap Edhy Prabowo), akhirnya Prabowo dan Jokowi baku tabrak. Ini kan politik,” tuturnya lagi.


Menurutnya, dengan ramainya pemberitaan terkait penangkapan Edhy selepas lawatannya dari Amerika dalam kasus suap benih lobster, isu bahwa JK merupakan aktor di balik kepulangan Rizieq Shihab pun perlahan menguap.


“Kemudian mengalihkan (isu) Habib Rizieq. Ini mau digeser JK dan Habib Rizieq. Karena JK yang paling diuntungkan dengan tertangkapnya Edhy Prabowo. Coba siapa yang paling diuntungkan. JK lagi dihantam, beralih ke Edhy Prabowo kan,” ujar rekaman yang identik dengan suara Danny Pomanto itu.


Ia menyebutkan bahwa penangkapan Edhy Prabowo akan berdampak buruk bagi Prabowo yang dijagokan untuk maju sebagai calon Presiden pada 2024 mendatang.


“Kemudian Prabowo yang turun karena dianggap bahwa korupsi pale disini, calon presiden to. Berarti Anies dan JK yang diuntungkan. Kemudian (Prabowo) mengkhianati Jokowi,” katanya.


“Jadi yang paling untung ini JK. Begitu memang chaplin. Jago memang mainnya. Tapi kalau kita hapal, apa yang dia mau main ini,” sambungnya.


Di akhir video, Danny kembali menyerukan kepada seluruh masyarakat, jangan pilih tukang fitnah, jangan pilih omong kosong.


Gara-gara rekaman tersebut, JK memerintahkan putra sulungnya, Solihin Kalla melaporkan Danny Pomanto ke Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (5/12/2020) sore.


Melalui kuasa hukumnya, Yusuf Gunco, Solihin Kalla melaporkan Danny Pomanto atas tuduhan pencemaran nama baik melalui ITE.


Yusuf Gunco tiba di Polda Sulsel sekitar pukul 15.50 Wita. Ia mengatakan, alat bukti yang disertakan dalam pelaporan tersebut adalah hasil rekaman yang diduga kuat merupakan suara calon walikota Makassar petahana Danny Pomanto.


“Yang kita laporkan adalah hasil rekaman dari pembicaraan Danny Pomanto dengan beberapa teman dalam satu ruangan yang isinya membuat cerita tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Kita laporkan membuat fitnah dan yang terburuk pencemaran nama baik,” jelas Yusuf Gunco kepada fajar.co.id.


Menurut Yugo, sapaan akrabnya, keluarga besar Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI itu sangat keberatan dan dirugikan dengan fitnah keji dan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Danny Pomanto.


Atas dasar itu, JK memerintahkan putra sulungnya untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.


“Keluarga besar Pak JK merasa difitnah, dicemarkan nama baiknya. Sehingga keluarga JK merasa terpanggil untuk melaporkan. Ya, Pak JK sudah tahu. Ini adalah perintah langsung Pak JK mengutus anak tertuanya Solihin Kalla,” tegas Yugo.[Pojoksatu]

Komentar

Tampilkan

Terkini