-->

Iklan

Tanggul Sungai di Rantau Pakam Abrasi, Wakil Ketua DPRK Atam 'Fadlon' Ajak Dinas PUPR Lakukan Peninjauan

18 Desember, 2020, 02.40 WIB Last Updated 2020-12-18T02:01:05Z

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Akibat dihantam banjir beberapa hari lalu, tanggul sungai Tamiang di Kampung Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang mengalami abrasi sepanjang 20 meter sehingga tidak mampu menahan debit air yang melewati ambang batas normal sehingga air sungai meluap ke Kampung Kepayang, Teluk Halban dan Rantau Pakam.


Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang Fadlon, SH, langsung melakukan peninjauan ke lokasi tanggul sungai di Kampung Rantau yang terkena abrasi Kamis (17/12/2020).

Pantauan LintasAtjeh.com, saat melakukan peninjauan, Wakil Ketua Fadlon, SH, turut mengajak PPTK di Bidang Pengairan Dinas PUPR Aceh Tamiang Arfan.

"Dapat dipastikan, jika tanggul ini jebol maka akan terjadi banjir besar di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Banda Mulia dan Bendahara. Atau 43 kampung terancam akan terendam air banjir," ungkap Fadlon.

Pada kesempatan itu Fadlon juga menyampaikan bahwa pihak DPRK Aceh Tamiang akan minta kepada pihak DPRA, terkhusus di Dapil 7 untuk menganggarkan pendanaan talut atau tanggul yang berada di Kampung Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara.

Fadlon minta agar masyarakat dapat bersabar, dan pihaknya akan berupaya untuk mempriotaskan tentang pembangunan talut atau tanggul yang kena abrasi.

"Setelah meninjau tanggul yang terkena abrasi ini, saya akan panggil Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) dan Dinas PUPR Aceh Tamiang agar segera merealisasikan pembuatan tanggul sementara,” tegas Fadlon.

Sementara itu, Datok Kampung Rantau Pakam, Ruslan berharap kepada Wakil Ketua DPRK Fadlon dan pemerintah kabupaten agar segera bisa membantu untuk menanggulangi pembangunan tanggul yang abrasi sehingga tidak terjadi banjir saat musim hujan dan air yang turun dari hilir.

"Kami masyarakat Kampung Rantau pakam sudah membuat tanggul sementara dengan menimbun tanah ±25 dump truck dengan dana swadaya masyarakat karena belum ada bantuan dari pihak pemda untuk mengatasi tanggul yang abrasi," jelas Ruslan.

“Jujur saya katakan, selama ada DPRK, baru pak Fadlon yang mengunjungi dan melihat kondisi kami. Lalu Forkompincam Bendahara yang selama ini sangat perduli dengan keadaan kami,” jelas Ruslan.

"Kami juga berharap agar pemerintah daerah segera membuat tanggul sementara dari batang kelapa dan ditimbun tanah agar tidak terjadi abrasi lagi," pungkasnya.

Kapolsek Bendahara, AKP Asrul Renaldi, SH mengingatkan agar pemerintah setempat segera mengambil langkah konkrit, lakukan aksi nyata.

“Sayang masyarakat jika tanggul ini jebol, maka rumah-rumah penduduk akan terendam, begitu juga lahan pertanian mereka mengalami gagal panen,” tegas Asrul.

Selanjutnya Ketua Dewan Pimpunan Wilayah Partai Aceh, Helmi minta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui dinas terkait untuk dapat segera menindaklanjuti dengan menggunakan dana tanggap darurat yang ada.

“Mekanisme penggunaan anggaran ada sama mereka. Jangan karena takut menggunakan anggaran 200 juta untuk atasi abrasi tanggul yang terjadi, sehingga jika tanggul jebol maka akan mengalami kerugian ratusan miliar,” sebutnya.

Menurut Helmi, pernyataan dirinya tersebut sesuai dengan fakta yang ada karena ketika jebol ribuan rumah yang ada di dua kecamatan akan terendam dan ribuan hektar juga lahan pertanian akan hancur.

"Jebol tanggul maka akan menghancurkan pertanian. Apalagi saat ini musim padi baru mulai tanam. Kalau jebol berarti padi akan mati," terang Helmi. 

Kemudian, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH, didampingi Ketua DPW PA Helmi, Sekretaris DPW PA Adi Syahputra serta Ketua Forum Datok Penghulu Kecamatan Bendahara Arianto, Datok Penghulu Kampung Kampung Rantau Pakam Ruslan, Datok Penghulu Teluk Kemiri Zulkifli serta beberapa tokoh masyarakat setempat mengunjungi kebbeberapa titik lokasi yang rawan abrasi.

Berdasarkan data yang ada, sejumlah titik lokasi rawan abrasi di antaranya dua titik di Kampung Rantau Pakam sepanjang 400 meter, satu titik di Kampung Teluk Halban sepanjang 400 meter, satu titik di Kampung Teluk Kepayang sepanjang 300 meter (Peninggian Tanggul) dan satu titik di Kampung Raja sepanjang 250 meter.[*/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini