-->

Mengapa Saya Menulis? Ini Alasannya!

13 Januari, 2021, 15.23 WIB Last Updated 2021-01-13T08:23:49Z

MENULIS adalah suatu kegiatan mengungkapkan gagasan, pikiran, pengalaman dan pengetahuan ke dalam bentuk catatan dengan menggunakan aksara, lambang atau simbol yang dibuat secara sistematis sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh orang lain. Menulis merupakan salah satu kegiatan yang kompleks mencakup gerakan jari, tangan, lengan dan mata secara terintegrasi.

Penulis sangat suka menulis. Karena dengan menulis banyak hal yang kita dapatkan. Kita tidak bisa mengingat semua hal yang terjadi dalam hidup kita. Sebagai contoh  apa yang terjadi pada kita hari ini, belum tentu kita bisa mengingat keesokan harinya karna otak kita tidak bisa menyimpan informasi semuanya. Sehingga menulis sangatlah penting bagi saya dengan menulis kita dapat melihat apa saja yang kita lakukan pada saat hari ini dan melihatnya disuatu saat nanti sebagai kenangan dan perubahan. Dengan menulis, kita melihat perubahan apa saja yang kita lakukan, pengalaman apa yang kita dapatkan hari ini. Mungkin dalam hidup banyak cobaan yang kita alami. 


Sebagai anak muda kita diajarkan untuk hidup mandiri. Kita tidak dapat menolak masalah, kita hanya dapat meresponnya karna hampir semua dalam hidup kita diluar kendali kita tergantung kita meresponnya. Seperti sebuah buku yang saya pernah baca "10 persen dalam hidup ini adalah tentang apa yang terjadi pada dirimu, 90 persen sisanya adalah bagaimana caramu bereaksi kepadanya". Dari kata-kata ini saya dapatkan hampir seluruh apa yang terjadi dalam hidup kita tergantung bagaimana kita meresponnya.


Sebagai contoh ini adalah hal yang saya dapatkan ketika menonton video youtube Henry Manampiring yang mereview bukunya berjudul "Filosofi Teras" dan saya mendengarkan dan menulisnya di buku harian saya.


Ini yang dia katakan:

"Saat memanah pilihlah untuk mengenai sasaran tapi jangan berharap mengenai sasaran. Karna memilih mengenai sasaran artinya kamu mengerjakan sebaik-baiknya sebagai seorang pemanah. Kamu mengarahkan sasaran, kamu bidik dengan seksama, kamu tarik busur kamu dengan tenaga yang sesuai dengan jarak sasaran. Tapi jangan berharap ferlalu banyak dia akan kena. Kenapa? Karna begitu panah dilepas tiba tiba ada faktor lain. Angin yang berubah, burung yang terbang menabrak panahnya. Kita banyak sekali faktor sejak panahnya dilepas. Maksudnya begini berbahagialah dengan efort/hal yang bisa kita kendalikan. Jadi kalau kita sudah memanah sebaik mungkin kamu sudah harus bisa berbahagia. Wah saya sudah melakukan sebaik-baiknya. Tapi kamu jangan menggantungkan kebahagiaan kamu di panahnya kena sasaran karna begitu tidak kena kamu tidak happy itulah sumber ketidakbahagiaan. Karna kita kaitkan dwngan hal-hal yang tidak bisa kendalikan".


Saya selalu menulis apa yang penting. Dengan kata lain ketika kita menulis pengalaman atau hal apa saja, kita mengetahui bagaimana kita merespon masalah tersebut. Bisa saja dalam diri kita semua punya masalah. Dengan menulis pengalaman atau hal yang kita alami  membuat kita dapat belajar dari kesalahan tersebut dan bagaimana kita meresponnya. Saya juga demikian, saya memiliki banyak masalah dalam hidup yang tidak bisa kita bicarakan kepada orang lain bahkan kepada orang terdekat kita. Tapi dengan menulis kita dapat mencurahkan semua isi dalam pikiran kita, masalah yang terjadi, perjuangan apa yang kita lakukan, kesakitan yang kita alami.


Dengan menulis tersebut setidaknya kita merasa lega dengan mencurahkan semua perasaan yang ada dalam diri kita. Menulis saya lakukan sejak saya masuk SMA sampai dengan sekarang. Tpi sekarang saya sudah tidak lagi menulis di sebuah buku tapi saya menulis dalam sebuah aplikasi "Buku Harian" karena bisa menulis dimana saja. Karena sebagian orang adalah egois yang hanya ingin didengarkan dan tidak mau medengarkan. Kita tidak dapat memaksa karena itu diluar kendali kita, tapi dengan menulis kita merasa nyaman tanpa ada penghakiman dari orang lain ketika kita bicara dengan orang lain. Menulis menurut saya adalah "Dia tidak bernyawa tapi dia sangat simpati".


Saya sangat suka menonton youtube motivasi dan menulisnya dalam buku harian agar saya mengingatnya. Dan ini yang dikatakan gurunya motivator dunia Jihm Rohn yang membuat saya semakin menyukai menulis. Guru saya berkata "jangan percaya pada ingatanmu". Jika kamu mendengar sesuatu yang baik, buatlah catatan. Awalnya saya mencatat di lembaran kertas, kertas sobek, atau di belakang amplop tua. Tapi itu tidak efektif karena di buang di laci. Akhirnya saya belajar untuk menyimpan buku harian. Salinan lengkap semua catatan saya. Saya sarankan para pembaca juga melakukan hal yang sama. 


Sesuatu yang membuat terkesan seperti puisi  atau ketika kamu mengikuti kelas, kamu bisa mencatat ide seseorang atau ketika kamu membaca sesuatu di majalah, catatlah ide itu di buku harianmu. Simpanlah buku harian yang baik. Buku ini akan melayani kalian dengan baik. Buku harian saya memiliki bagian penting dalam perpustakaan saya. Jika kalian melihat perpustakaan dan buku harian saya, kalian pasti berkata perpustakaan dan buku harian ini adalah dari seseorang murid yang sangat serius, tidak heran Tuan Rohn diundang untuk berbicara tentang pengalamannya di seluruh dunia.


Penulis: Junawan Ginting (Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Malikussaleh)

Komentar

Tampilkan

Terkini