-->

Iklan

Aku Suka Menulis Karena Merupakan Karya Abadi

13 Januari, 2021, 16.18 WIB Last Updated 2021-01-13T09:18:21Z

BARU kusadari ternyata menulis merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Sejak berumur 5 tahun saya baru belajar menulis di bangku TK dan disitu saya masih belum mengerti tentang menulis. Saya masih meraba tentang tulisan yang saya buat tapi lama kelamaan saya terus belajar dan harus bisa untuk menulis dengan baik dan benar.


Lama kelamaan saya paham dengan apa yang saya tulis dan disitu saya baru memahaminya ternyata menulis sangat penting bagi kehidupan kita sendiri. Mengapa demikian? Karena tanpa adanya kita menulis, kita tidak dapat memahami apa yang dibuat. Setelah menulis kita mengerti dan paham dengan apa yang telah kita buat untuk ditampilkan.


Mengapa aku menulis? Menulis adalah sudah menjadi kebiasaanku sejak lama dan pastinya kebiasaan yang aku lakukan haruslah bermanfaat. Karena menulis bukan hanya membuang-buang waktu untuk menyenangkan diri sendiri, menulis juga menjadi sarana untuk kita bertukar pemikiran, ide, gagasan dal lain sebagainya.


Pramoedya Ananta Toer pernah berkata “menulis adalah bekerja untuk keabadian” bisa dibilang jika menulis mampu membuat seseorang abadi meskipun dia sudah lama meninggal. Seseorang bisa dikenang bertahun-tahun karena karya penulisannya yang bermanfaat, dengan adanya tulisan suatu ide, gagasan, pikiran, ilmu pengetahuan yang ditemukan manusia mampu tersimpan untuk masa mendatang.


Jadi menulis bukan hanya menjadi sekedar hobi, tetapi lebih dari itu menulis mampu menjadi alat untuk berbagi informasi kepada banyak khalayak. Dengan menulis seseorang mampu menginspirasi banyak orang, memberikan inovasi sekaligus menambah ilmu kepada para pembacanya. Maka menulislah apapun itu, tuliskan apa yang mampu kamu tuliskan karena semua hal yang ada di dunia ini mampu dituliskan dengan kata-kata.


Jangan pernah takut jika tulisanmu tidak dibaca orang, suatu saat tulisanmu pasti akan berguna entah kapan waktunya, karena semua orang memiliki masanya sendiri-sendiri. Tidak mungkin juga jika sebuah pohon jati yang baru ditanam langsung ditebang untuk dipanen dan dimanfaatkan kayunya atau seorang bayi yang baru beberapa bulan yang belum saatnya dilahirkan tapi dipaksa dilahirkan, pasti bayi itu akan terlahir dalam kondisi premature.


Semua ada masanya, kita tidak bisa memaksa tulisan kita langsung bisa dibaca banyak orang. Kita juga harus bersabar menunggu dan terus mengasah kemampuan kepenulisan kita hingga nantinya pada suatu saat ada orang yang membutuhkan tulisan kita. Kamu sudah mantap dan siap untuk menuliskan sesuatu yang mereka butuhkan.


Ada juga beberapa orang yang menyatakan bahwa menulis itu sulit, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang profesianal, akan tetapi menurutku semua orang juga bisa menulis dengan mudah sebenarnya. Bukankah sudah semenjak anak-anak kita sudah diajari bagaimana caranya menulis huruf A-B-C-D. Dan semenjak dewasa kita sudah bisa menuliskan banyak hal, seperti menulis sebuah kalimat pendek, quotes, status di sosial media, surat dan lain-lain, bukannya semuanya berhubungan dengan dunia kepenulisan dan kamu sudah bisa melakukannya tanpa kamu sadari?


Baik, mungkin ada pertanyaan baru di benak kalian ketika aku menyatakan seperti ini, sekiranya mungkin pertanyannya seperti ini “lho itukan cuma nulis quote, status di sosial media yang tidak usah terlalu bayak mikir buat menuliskannya, itu juga cuma menulis surat dan lain sebagainya yang kita cuma harus copy-paste dan merubahnya sedikit tanpa harus mengarang-ngarang lagi?” Iya memang begitu adanya tapi menurutku itu sudah satu langkah seseorang untuk bisa profesional dalam dunia kepenulisan. Mungkin beberapa orang kekurangan kosa kata untuk menuliskan sesuatu tulisan yang agak panjang seperti esai, cerpen, novel, dll.


Eka Kurniawan pernah menuliskan sesuatu di dalam blognya yang megatakan bahwa kebanyakan para penulis hebat adalah orang yang sering membaca buku. Dari membaca buku tersebutlah seseorang mampu memperkaya kosa katanya dengan sering melihat tulisan orang, mengamati dari setiap kata per kata, kalimat, per kalimat, paragraf per paragraf secara tidak sadar otak mereka telah merekam banyak kata, referensi gaya penulisan dari buku yang mereka baca. Semakin banyak buku yang mereka baca maka kosa kata mereka akan terus bertambah, dengan begitu seseorang menjadi lebih mudah untuk menuliskan sesuatu, mereka tinggal memilih kata apa yang ada dalam benaknya untuk mengungkapkan apa yang ingin mereka tuliskan.


“Baik mungkin ini saja yang dapat saya curahkan dalam cerita saya tentang “Mengapa Aku Menulis”. Semoga yang membaca dapat bermanfaat dan menambah ilmu wawasan yang banyak dari pengalaman saya ini”. Terima Kasih.


Penulis: Randa Hardiansyah (Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Malikussaleh)

Komentar

Tampilkan

Terkini