-->

Iklan

Salah Satu Fenomena Akhir Zaman, Wafatnya Ulama dan Banyaknya Musibah

16 Januari, 2021, 05.36 WIB Last Updated 2021-01-15T22:36:59Z

Salah satu dari tanda akhir zaman yakni wafatnya ulama dan banyaknya musibah yang terjadi.* /Pixabay/


SALAH SATU dari tanda akhir zaman yakni wafatnya ulama dan banyaknya musibah yang terjadi.


Ulama itu ibarat bintang yang ada di langit, memberikan petunjuk kepada semua mahluk yang ada di darat maupun lautan.


Ketika banyak ulama yang lurus diwafatkan maka Allah angkat pula ilmunya kepada-Nya.


Selain tanda-tanda tersebut, juga ada fenomena lainnya yang terjadi di akhir zaman.


Apakah itu? Inilah 10 Fenomena akhir zaman yang sudah terjadi hari ini.


1. Penghasilan semakin meningkat tapi ketentraman jiwa semakin berkurang


Uang memang semakin banyak, usaha maju terus, bisa membeli apa pun yang kita suka, tapi anehnya ketentraman jiwa semakin berkurang.


Padahal dulu beranggapan bahwa jika harta itu dapat menentramkan jiwa, tetapi pada kenyataannya tidak.


Justru yang ada adalah ketenangan jiwa semakin berkurang karena kita terlalu mencintai dunia dan melupakan akhirat.


2. Ilmu semakin tinggi tapi ahlak semakin rendah


Banyak orang yang berilmu tinggi, bahkan gelar dan pangkatnya sudah tidak bisa dihitung, tapi ahlaknya rendah.


Ilmunya yang banyak malah menyeretnya menjadi manusia yang sombong sehingga lupa pada kesalahan diri sendiri. Ahlak itu lebih utama daripada ilmu.


3. Masjid mewah tapi kosong dari hidayah


Dewasa ini pembangunan masjid begitu mewah dan besar, namun sayang isinya kosong dari hidayah.


Orang-orang lebih suka mengunjungi tempat perbelanjaan dan tempat hiburan dibandingkan dengan mengunjungi masjid.


4. Teknologi kedokteran makin canggih tapi kesehatan semakin buruk


Jika dibandingkan dengan zaman dulu, metode pengobatannya sangat tradisional, tapi orang-orangnya sangat sehat, jarang sakit dan imunitasnya kuat.


Namun beda dengan sekarang, teknologi kedokteran sudah semakin canggih, tapi orang-orang sekarang jauh lebih ringkih.


5. Jumlah penduduk semakin banyak tapi rasa kemanusiaan semakin menipis


Dari hari ke hari, jumlah penduduk semakin banyak hingga memenuhi bumi ini.


Sayangnya, rasa kemanusiaan di setiap individu semakin berkurang. Rasa kepedulian terhadap sesama, rasa ingin menolong sudah mulai pudar.


Kebanyakan sudah individualistis, tak peduli orang lain menderita.


6. Tontonan makin banyak tapi tuntunan semakin berkurang


Perkembangan teknologi telah membuat orang lalai dari mencari tuntunan.


Kebanyakan lebih asik bermedia sosial, nonton film dan televisi, dibandingkan dengan mencari tuntunan dalam jalan kebenaran.


7. Orang yang miskin ilmu banyak bicara, sementara orang yang berilmu banyak diam


Di akhir zaman banyak orang yang hatinya dipenuhi dengan kemunafikan, tapi suka berbicara soal kebenaran.


Sementara dirinya sendiri tidak mau menerima kebenaran itu.


Dia suka mengatakan sesuatu yang salah di mata Allah, menurutnya benar. Hingga banyak yang tersesat karena perkataannya.


Sementara orang yang banyak ilmunya enggan berbicara dan menyebarkan kebaikan. Dia lebih memilih diam karena kurangnya rasa peduli.


8. Memiliki banyak teman maya tapi tidak memiliki teman sejati


Saat ini orang-orang mengutamakan kehidupan di dunia maya. Sekuat tenaga mendapatkan teman sebanyak mungkin di media sosial.


Teman maya memang banyak, tapi teman sejati yang mau menasehati dan mengajak kebenaran, sama sekali tida punya.


9. Pakaian semakin bagus tapi hati semakin rusak


Di mata manusia, orang dengan tampilan jas rapi dan berdasi dianggap lebih mulia.


Tapi di mata Allah, orang yang pakaiannya lusuh dan miskin itu, bisa jauh lebih mulai dibandingkan dengan orang yang tampilannya perlente tapi hatinya busuk.


Banyak orang yang pakainnya indah, tapi isi hatinya penuh dengan keserakahan dan kemunafikan, contohnya koruptor, mereka berdasi tapi tega merampok uang rakyat.


10. Banyak orang yang memusuhi kebenaran tapi kesesatan banyak yang mengikuti


Salah satu tanda dari akhir zaman yakni banyak orang-orang yang justru memusuhi kebenaran dan mereka malah menjadi pendukung dari kesesatan.


Makanya tidak aneh jika orang-orang yang berada dalam jalan kebenaran banyak dimusuhi dan dicari-cari kesalahannya.


Meskipun tak ada satu pun pasal yang menjeratnya, justu pasalnya dicari-cari dan malah dipaksakan.


Sebaliknya, orang-orang yang berada dalam kesesatan, justru dieluk-elukkan dan banyak pengikutnya.[zonapriangan]

Komentar

Tampilkan

Terkini