-->

Iklan

Peduli Korban Gempa Sulbar, OSIS SMAN 1 Manyak Payed Gelar Aksi Penggalangan Beras

09 Februari, 2021, 10.49 WIB Last Updated 2021-02-09T03:49:10Z

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Manyak Payed melakukan aksi solidaritas kemanusian yang ditujukan untuk korban gempa yang ada di Sulawesi Barat, Selasa (09/02/2021).

Dalam aksi tersebut, siswa/i SMA Negeri 1 Manyak Payed yang dimotori oleh OSIS menggalang sumbangan beras yang telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Kemudian selanjutnya diserahkan kepada Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Aceh Tamiang untuk dikirim ke Sulawesi Barat.

Aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya pada saudara-saudara yang sedang terkena musibah. Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan pendidikan karakter terhadap siswa/i agar peduli terhadap sesama.


"Ini adalah wujud kepedulian SMA Negeri 1 Manyak Payed untuk saudara kita yang terkena musibah, juga memberikan pendidikan karakter kepada siswa/i agar perduli terhadap sesama," tutur Suwanto, S.Pd, yang merupakan pembina OSIS SMA Negeri 1 Manyak Payed.


"Semoga bantuan tersebut bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di Sulawesi Barat. Kita dokan semoga korban selalu diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian gempa ini," harapnya. 


Selanjutnya Ketua OSIS SMA Negeri 1 Manyak Payed, Dimas Satria Putra merasa sangat senang karena dapat terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan ini.


"Saya mewakili teman-teman siswa/i SMA Negeri 1 Manyak Payed merasa sangat senang karena bisa sedikit membantu beban saudara-saudara kita yang terkena gempa di Sulawesi Barat. Semoga apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat bagi yang lainnya. Kedepannya kami akan kerap terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan lainnya," kata Dimas.


Untuk diketahui, bahwa Sulawesi Barat telah terjadi gempa yang berkekuatan mengnituido 6,2 yang beberapa gempa susulan lainnya. Berdasarkan data BNPB gempa ini mengakibatkan sebanyak 19.435 orang harus mengungsi, dengan rincian 15.014 orang mengungsi di Kabupaten Mamuju dan 4.421 orang mengungsi di Kabupaten Majene. Korban meninggal sebanyak 81 orang.[GA/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini