-->

Iklan

Kesbangpol Aceh Tamiang Gelar Pelatihan dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan bagi Para Guru

04 Maret, 2021, 15.14 WIB Last Updated 2021-03-04T08:17:59Z

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Dalam rangka mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai kebangsaan guna penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara, Kesbangpol Kabupaten Aceh Tamiang menggelar pelatihan dan pendidikan wawasan kebangsaan bagi para guru.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SKB Kecamatan Karang Baru tersebut dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tamiang H.Mursil, SH, M.Kn, Kamis (04/03/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Mursil menyampaikan, tugas para guru yakni sebagai tenaga pendidik, yang dapat menumbuhkan dan kembalikan rasa cinta tanah air kepada anak-anak bangsa.

Bupati Mursil meminta kepada para guru untuk mencari cara dan solusi tentang bagaimana caranya menumbuhkan rasa nasionalis dibdiri anak bangsa agar cinta dan bangga dengan Indonesia.

"Salah satu penyebab lunturnya wawasan kebangsaan adalah kemajuan teknologi yang membuat masyarakat mengalami pergeseran budaya. Melalui media sosial mereka lebih tau luar negeri dibandingkan negara sendiri sehingga menyebabkan mereka kehilangan status," ungkap Mursil.

"Fenomena ini telah membuat masyarakat kita telah kehilangan identitas, yang akhirnya berpengaruh kepada lunturnya wawasan kebangsaan yang dimiliki setiap individu. Untuk memelihara dan melindunginya, perlu peran serta dari tenaga pendidik di sekolah sebagai penyampai informasi lanjutan kepada anak muridnya," terangnya lagi.

Apa yang disampaikan oleh Bupati Mursil sejalan dengan yang diungkapkan oleh Munarwansyah, SE, MM selaku Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Aceh. 

Munarwansyah dalam sambutannya mewakili Kepala Badan Kesbangpol Aceh mengatakan para guru akan menjadi sebagai agen perubahan untuk memberikan informasi lanjutan kepada anak bangsa, sehingga penting bagi para guru untuk lebih awal mengetahui wawasan kebangsaan dengan keberagamannya yang ikut mewarnai peradaban dan kesejajaran dengan bangsa-bangsa di dunia.

Narasumber dalam kegiatan itu, yakni 2 (dua) akademisi dari Banda Aceh, Dr. Saiful, S.Pd, M.Si dan Dr. Ahmad Husein, MA.[*/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini