-->

Iklan

Harga Tokek Ratusan Juta, Masyarakat Thailand Berbondong-bondong Menjualnya

24 April, 2021, 11.52 WIB Last Updated 2021-04-24T04:52:32Z
Warga Thailand berbondong-bondong menjual tokek setelah harga jual melonjak hingga 100 juta /Pixabay.com/Pixabaya.com

LINTAS ATJEH | BALI - Kenaikan harga cicak dan tokek, membuat warga Thailand berbondong-bondong untuk menjual reptil tersebut demi mendapat keuntungan.

Warga Thailand Berbondong-bondong Menjual Tokek Setelah Harganya Menacapi Ratusan Juta Rupiah

Cicak dan tokek yang dikenal sebagai hewan yang sering muncul di rumah warga, nyatanya hewan tersebut memiliki keuntungan yang besar.

Tidak sedikit yang takut akan cicak dan tokek, namun, keuntungan tersebut dibuktikan oleh warga Thailand.

Sejumlah warga Thailand, telah beriklan di Facebook, bahwa mereka bersedia membayar 300 baht atau 139 ribu untuk satu kg, dan 300 ribu baht atau sekiranya 139 juta untuk satu ton tokek.

Tren baru menjual cicak dan tokek, berawal dari sebuah unggahan pemilik akun Facebook bernama Lentivanon. Dia bercerita pengalamannya saat menjadi penjual reptil tersebut.

Dilansir Ringtimesbali.com dari China Press via World of Buzz, Lentivanon yang berusia 35 tahun tersebut, mengungkapkan keuntungannya saat menjual cicak dan tokek.

Lentivanon, mengatakan bahwa dirinya berasal dari keluarga miskin, dan keluarganya hanya memiliki satu sepeda motor.

Setelah bekerja di luar negeri selama sepuluh tahun, dia ingin mencari pekerjaan di kampung halamannya, namun terus mengalami hambatan. Ketika pandemi Covid-19 melanda, situasinya semakin parah.

Saat berbincang dengan temannya yang merupakan orang Indonesia, dia disarankan agar menangkap seekor tokek.

Temannya yang berasal dari Indonesia tersebut, memberikan informasi, bahwa alangkah lebih baiknya dia mengeringkan tokek terlebih dulu, sebelum mengimpornya ke China.

Temannya itu, juga mengirimkan pengering khusus yang digunakan untuk mengeringkan tokek. Hingga, dia pun menjual seekor tokek hidup dan tokek kering.

Sejak itu, bisnisnya berkembang pesat dan dia membuat halaman Facebook sendiri, di mana harga tokek hidup dan tokek kering berbeda.

Tak disangka, bahwa reaksi atas iklan yang diunggah di halaman Facebook-nya sangat luar biasa, dan netizen Thailand bergegas untuk menjual tokek.

Setelah membeli dan mengeringkan tokek, Lentivanon kemudian menjualnya ke bos lokal yang berasal dari China. Kemudian, Tokek tersebut akan diekspor ke pasar China untuk dijadikan sebagai obat.[Ringtimesbali]
Komentar

Tampilkan

Terkini