-->

Iklan

Kajian Rutin BEM FKIP USK Bahas Soal Pendidikan Aceh

15 Juli, 2021, 10.50 WIB Last Updated 2021-07-15T03:50:43Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melakukan kajian rutinnya mengenai pendidikan terutama pendidikan yang ada di Aceh, Rabu (14/07/2021).

Wakil Ketua BEM FKIP menyebutkan bahwa kajian ini dilakukan guna menjawab permasalahan pendidikan yang ada di Aceh. Dia juga menyebutkan bahwa pendidikan adalah lokomotif dari majunya suatu peradaban. Oleh sebab itu pendidikan harus menjadi salah satu aspek utama yang harus diperhatikan oleh pemerintah saat ini.

Kajian Strategis Pendidikan (KSP) kali ini mengangkat tema "Apakah Pendidikan dibawah tekanan Elite Politik?" Ketua Panitia KSP Ziad Muhammad menyebutkan BEM FKIP sengaja memilih tema tersebut karena kebijakan terhadap pendidikan sangat tergantung kepada kebijakan politik yang ditentukan oleh pemerintah.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Jadi untuk hal tersebut BEM FKIP mengundang tiga perwakilan tokoh dari keterwakilan wanita, ada Bunda Illiza Sa'aduddin Jamal yang membahas tentang perkembangan pengaruh  politik terhadap pendidikan yang ada di Aceh.

Menurut Bunda Illiza penempatan orang yang tidak tepat dan kurangnya kesejahteraan dari tenaga pendidik menyebabkan pendidikan berjalan tidak lancar

Sedangkan dari akademisi BEM FKIP mengundang Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, M.A, yang membahas mengenai, apakah pendidikan lemah akibat elite politik? Serta acara ini juga dimeriahkan oleh alumni FKIP USK Muda Aceh, Muammar MR yang mewakili Tokoh Muda FKIP.

Prof. Dr. Farid Wajdi, M.A, menyebutkan beberapa permasalahan pendidikan yang harus dipecahkan oleh para politikus di Aceh.

"Salah satunya ialah permasalahan kurikulum yang harus dibenahi karena tidak sesuai dengan kebutuhan zaman," tegasnya. 

Sedangkan menurut Muammar, Indonesia adalah negara berpendidikan sehingga semua elemen baik masyarakat maupun pemerintah harus ikut andil dalam pendidikan. 

Acara ini diharapkan mampu memberikan solusi untuk menjawab permasalahan pendidikan sekarang baik untuk mahasiswa ataupun untuk pemerintahan itu sendiri.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini