-->

Iklan

Hasil Penelitian, Minum Kopi Bisa Meningkatkan Imun Untuk Mencegah Covid-19

15 Juli, 2021, 09.55 WIB Last Updated 2021-07-15T03:39:10Z

Ilustrasi Kopi Hitam

LINTAS ATJEH | JAKARTA - Kabar gembira bagi para penyuka kopi. Hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa rutin meneguk kopi, selain mencegah stress, bisa meningkatkan imun tubuh untuk mencegah infeksi Covid-19.

Selama ini diketahui bahwa minum secangkir kopi di pagi hari tak hanya bisa meningkatkan mood dan energi, tapi juga membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya, mengurangi peradangan karena kandungan antioksidan di dalam kopi.

Manfaat minum kopi lainnya adalah mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Hal ini sudah dibuktikan para peneliti yang mengatakan konsumsi kopi berpeluang menurunkan risiko penyakit diabetes sampai 6 persen.

Terbaru, sekelompok peneliti dari Northwestern University menerbitkan penemuannya di jurnal Nutrient, terkait efek kopi dengan sistem kekebalan tubuh, yang sangat diperlukan di tengah pandemi Covid-19.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Selama pandemi Covid-19, kopi bisa jadi 'penyelamat'. Kandungan kafein di dalamnya meningkatkan pertahanan imun tubuh lewat cara berikut:

1. Antioksidan polifenol dalam kopi dapat membantu mencegah penyakit utama seperti diabetes, masalah jantung, penyakit saraf, osteoporosis, dan kanker.

2. L-theanine memiliki produk metabolisme, Ethylamine. Zat ini juga ditemukan dalam teh hitam. Ethylamine memicu reaksi sel T tertentu, yang membantu sistem imun untuk melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi.

3. Efek positif ini sebagian besar terjadi lewat asupan kafein tingkat sedang. Adapun jumlah asupan yang disarankan adalah 400 miligram kafein atau sekitar tiga hingga empat cangkir kopi per hari.

Jumlah tersebut dianggap ideal untuk orang dewasa yang sehat. Namun, orang-orang muda sebaiknya tidak mengonsumsi kafein lebih dari 100 mg per hari.

"Konsumsi kopi berkorelasi dengan biomarker inflamasi yang berhubungan dengan tingkat keparahan dan kematian akibat Covid-19," tulis para peneliti.[*/Red]









 


Komentar

Tampilkan

Terkini