-->

Iklan

Tahun Ajaran Baru, Disdikbud Aceh Tamiang akan Tambah Durasi Jam Belajar Tatap Muka

08 Juli, 2021, 02.19 WIB Last Updated 2021-07-08T04:14:58Z

Foto Ilustrasi: Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Bambang Supriyanto ketika memantau pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan di salah SMP di Karang Baru, Senin (07/01/2021).

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Tahun ajaran baru 2021-2022 yang mulai digelar 12 Juli 2021 mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Kabupaten Aceh Tamiang akan menambah durasi belajar tatap muka.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang Adi Dharma, melalui Kabid Dikdas Bambang Suprianto, Rabu (07/07/2021).

Dijelaskan oleh Kabid Dikdas Bambang Suprianto bahwa keinginan agar sekolah dilangsungkan secara normal karena berdasarkan permintaan dari wali murid dan pihak sekolah.

Alasan utama orang tua mendukung dilangsungkannya belajar full di sekolah disebabkan kekhawatiran mereka tentang kualitas akademik, terutama agar terlepas dari kecanduan gadget.

"Karena tidak sekolah, anak-anak menghabiskan waktu dengan bermain gadget, ini sudah mengkhawatirkan," ungkap Bambang.

Namun demikian, lanjut Bambang lagi, usulan penambahan jam belajar ini masih dalam pembahasan dan pemantauan tim yang telah dibentuk oleh pihak dinas.

"Salah satu tugas tim ini untuk memastikan kesiapan sekolah menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah, tujuannya agar anak-anak terlindung sedini mungkin dari ancaman virus Corona," terangnya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Aspek lain yang perlu diperhatikan, kata dia, ialah kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro yang mengacu pada masing-masing daerah. 

Di sisi lain, Bambang menambahkan, sejak penerapan belajar tatap muka secara shift yang sudah diterapkan tahun lalu, tidak ada laporan murid yang terpapar Covid-19.

"Alhamdulillah tidak ada laporan, kita berharap anak-anak dan guru juga terlindung dari ancaman virus ini," ucapnya.

Begitupun Bambang Suprianto mengungkapkan besar kemungkinan proses belajar di awal tahun ajaran baru ini masih menerapkan shift 50 persen.

Sistem ini dijelaskan Bambang sesuai dengan Inbup Aceh Tamiang Nomor 6180 tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Pada Masa Kebiasaan Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Mengadopsi instruksi itu, Disdikbud Aceh Tamiang mengatur jam belajar tingkat SD selama empat jam dan SMP lima jam.

"Masing-masing kelas dibagi dua kelompok, dannmasing-masing kelompok datang ke sekolah tiga kali dalam sepekan," demikian jelas Kabid Dikdas Bambang Suprianto.[*/Red]



 

Komentar

Tampilkan

Terkini