-->


Baru Satu PKS di Abdya Sudah Bisa Mendongkrak Ekonomi Petani

16 September, 2021, 10.19 WIB Last Updated 2021-09-16T14:07:17Z

LINTAS ATJEH | ABDYA – Hadirnya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sudah bisa mendongkrak ekonomi para petani sawit di kabupaten setempat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya, dibuktikan dengan adanya persaingan harga Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat PKS.


"Dari hasil kita turun ke lapangan, petani sawit di Abdya hari ini sangat senang dengan hadirnya PKS Mon Jambe yang ada di Kecamatan Babahrot. Ini baru satu PKS, coba bayangkan jika ada beberapa PKS lagi yang dibangun tentu persaingan harga akan semakin meningkat," jelas Syarifuddin usai Rapat Paripurna Penyerahan Rancangan APBK Perubahan 2021, Rabu (15/09/2021).


Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masyarakat Abdya di dongkrak oleh sektor pertanian, salah satunya perkebunan kelapa sawit milik rakyat yang terpusat di Kecamatan Kuala Batee, Babahrot dan sebagian kecilnya tersebar di kawasan kecamatan lainnya.


"Alhamdulillah, dengan hadirnya PKS Mon Jambe, persaingan harga yang sehat sudah sangat terasa, dan menguntungkan para petani. Selama ini hampir 10 tahun hasil panen TBS kelapa sawit dibawa keluar kabupaten, baik itu ke Nagan Raya maupun ke Subulussalam," jelasnya.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Dia juga menjelaskan, total luas kebun sawit milik rakyat Abdya saat ini sekitar 20 ribu hektare. Dari jumlah itu sekitar 16.740 hektare merupakan tanaman menghasilkan (TM) sisanya 3.260 hektare tanaman belum menghasilkan (TBM).16.740 hektare itu, jumlah produksi rata-rata mencapai 1.200 ton/hari. 


“Selama ini hasil panen itu diangkut keluar daerah, sehingga membuat petani harus menambah biaya. Tapi dengan hadirnya PKS ini, biaya angkut TBS kelapa sawit semakin murah, apalagi harga jual TBS hari ini ditingkat petani Rp1.900 per kilogram," ujar Syarifuddin.


Bank Diminta Permudah Pembiayaan


Semetara itu, Wakil Ketua II DPRK Abdya, Hendra Fadli juga mengatakan, dengan hadirnya satu PKS di Abdya sudah mampu menciptakan iklim yang bisnis sehat yang menguntungkan para petani. Konon katanya, dalam waktu dekat ini bisa bertambah satu atau dua PKS lainnya di Abdya.


"Jadi kita meminta kepada pemerintah Abdya untuk terus mempermudah investor dalam berinvestasi di Abdya, termasuk memberikan stimulus kepada pengusaha lokal Abdya untuk berani berinvestasi mendirikan PKS," pinta Hendra.


Hendra juga mendorong pihak Bank yang beroperasi di Abdya untuk mempermudah akses pembiayaan dalam pendirian PKS oleh pengusaha lokal yang ada di kabupaten setempat.


"Pengusaha lokal harus diberikan stimulus agar mau berinvestasi, begitu juga dengan pihak Bank harus mempermudah akses dan proses pembiayaan. Apalagi Presiden Joko Widodo sangat berkeinginan investasi ini di Indonesia terus mengalami peningkatan," pungkas Hendra.[Wahyu]

Komentar

Tampilkan

Terkini