-->




 


Ini Harapan Bupati Abdya Akmal Ibrahim, Kepada BPKP Perwakilan Aceh

28 Januari, 2022, 10.10 WIB Last Updated 2022-01-28T08:51:49Z

LINTAS ATJEH | ABDYA - Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim berharap Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh untuk mengajarkan bagaimana memperbaiki tata kelola sistem keuangan pemerintah di Abdya. 

Pernyataan tersebut disampaikan Akmal setelah memberikan piagam penghargaan dalam acara temu ramah bersama Kepala BPKP Perwakilan Aceh, yang berlangsung di halaman Pendopo Bupati Abdya, Kamis (27/01/2022).


"Ini yang mendorong saya berharap kepada BPKP untuk melakukan pendampingan yang terkait tata kelola pemerintahan di Abdya," harapnya.


Sebetulnya, kata Akmal, ini semua dibuat untuk memberi payung keamanan buat kita dan kepastian untuk para pegawai di Abdya, bagaimana kita bekerja dengan baik lurus dan berdaya guna?


"Alhamdulillah saya mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, terutama dari BPKP. Karena bupati bukan pejabat teknisi tapi pejabat politisi, tentu banyak hal yang tidak paham," kata Akmal. 


Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan rancangan, komunikasi, diskusi, dengan berbagai pihak. Supaya apa yang hendak kita harapkan bisa terwujud.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Akmal juga menjelaskan, sistem hukum semakin hari semakin baik dan matang, kita tidak bisa luput dari kesalahan. Tapi, negara memberi ruang bagaimana untuk memperbaiki kesalahan yang ada.


"Oleh karena itu, saya meminta kepada BPKP untuk bagaimana caranya agar pegawai-pegawai saya aman. Kalaupun dia salah manusiawi, asal salahnya bukan disengaja dan dibuat-buat dan tidak ada niat jahat di dalamnya," terangnya.


Sementara Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Aceh. Indra Khaira Jaya menerangkan, yang perlu didukung di Abdya, bagaimana komitmen, aturan, dan niat untuk memahami digitalisasi tidak hanya sekedar jargon tetapi dalam bentuk nyatanya.


"Kita benar-benar ada di jalan itu. Jika ada hambatan, kendala sama-sama kita perbaiki apa yang sudah kami pelajari. Dalam 1 tahun terakhir bimbingan teknis sistem online sudah kita pahami tinggal aksinya saja," sebutnya.


Artinya, tambah Indra, ini bukan sekedar cerita. Barangnya sudah kita serahkan, pihaknya juga telah melakukan bimbingan, tinggal bagaimana kita implementasikan.


"Kita sudah melakukannya kemarin untuk bagaimana ke depannya. Kedepan kita akan mengajarkan bagaimana menggunakan aplikasi," terangnya.


"Dan yang terpenting, bagaimana memahami isi standar yang mereka punyai, dan bagaimana memahami supervisi kegiatan pengawasan di lingkungan," tutupnya.[WA]

Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+