-->




 


Buat Status 'Kau Jual Kubeli' di WA, Ketika Dikonfirmasi, Hendra Vramenia Mengaku 'Tak Ada Hubungan' dengan Siapapun

15 Februari, 2022, 14.57 WIB Last Updated 2022-02-17T00:02:20Z

Foto: Ilustrasi status tertulis yang dibuat Hendra Vremania di WhatsApp (WA), pada Senin (14/02/2022).

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Setelah beberapa jam tayang berita yang berjudul 'Sejumlah Alsintan Bantuan Tahun 2014 Tidak Tercatat di Distanbunak Aceh Tamiang, Ketua LAKI: Pertanyakan Pada Hendra Vramenia', pada Senin (14/02/2022) kemarin, tepatnya sekira pukul 17.27 WIB, seorang sumber yang identitasnya disembunyikan menelpon wartawan LintasAtjeh.com dan menyampaikan bahwa Hendra Vremania membuat status tertulis di WhatsApp (WA) dengan narasi 'Kau jual aku beli'.

Dan menurut dugaan pihak sumber, status tertulis yang dibuat Hendra Vramenia gara-gara ditayangnya berita berjudul 'Sejumlah Alsintan Bantuan Tahun 2014 Tidak Tercatat di Distanbunak Aceh Tamiang, Ketua LAKI: Pertanyakan Pada Hendra Vramenia'. 

Upaya mendapatkan kejelasan tentang status tersebut, Selasa (15/02/2022) sekira pukul 12.07  WIB, LintasAtjeh.com menghubungi Hendra Vramenia melalui telepon seluler dan mempertanyakan sebab dirinya membuat status tertulis  yang dibuat di WA dirinya.

Hendra Vramenia menjelaskan bahwa status tersebut tidak ada kaitan dengan siapapun, dan Hendra juga mengatakan status itu hanya bersifat pribadi.

"Status tersebut tidak ada kaitan dengan siapapun bang, hanya bersifat pribadi," demikian terang Hendra.

Sebelumnya LintasAtjeh.com memberitakan bahwa pada Senin (14/02/2022) kemarin Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Aceh Tamiang, Syahri El Nasir melaporkan, sekitar tahun 2014 lalu, beberapa kelompok tani di kabupaten setempat mendapatkan bantuan sejumlah alsintan yang bersumber dari dana aspirasi Anggota DPRA dari Partai Demokrat periode 2014-2019, bernama M. Yunus Ilyas, namun bantuan tersebut tidak tercatat di Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Aceh Tamiang.

Adapun sebab bantuan tersebut tidak tercatat di Distanbunnak Aceh Tamiang karena ada dugaan bahwa saat penyalurannya tidak melalui dinas tapi dibagi langsung oleh salah seorang timses M. Yunus Ilyas yang bernama Hendra Vramenia.

Nasir juga menjelaskan bahwa terkait bantuan sejumlah alsistan tersebut kabarnya sejumlah kelompok tani telah melaporkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang namun sampai saat ini laporan itu tidak terdengar lanjutannya.

"Demi terwujudnya azas keterbukaan sengaja kami cuatkan kembali bantuan sejumlah alsistan yang kami duga belum banyak diketahui oleh publik di Kabupaten Aceh Tamiang," terang Nasir.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Mantan Kasi Pengelolaan Alsintan di Distanbunnak Aceh Tamiang, Sonny Indra Syahputra saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa pada tahun 2014 lalu ada masuk untuk beberapa kelompok tani di Aceh Tamiang. Namun bantuan sejumlah alsintan yang bersumber dari dana aspirasi Anggota DPRA dari Partai Demokrat periode 2014-2019, M. Yunus Ilyas tersebut tidak diserahkan melalui dinas kabupaten melainkan dikelola langsung oleh Hendra Vramenia, oleh karenanya tidak ada datanya di dinas.

Sonny juga menerangkan bahwa dirinya baru mengetahui tentang adanya bantuan sejumlah alsistan yang bersumber dari dana aspirasi Anggota DPRA dari Partai Demokrat, M. Yunus Ilyas pada saat dirinya dikonfirmasi oleh pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang.

"Benar pada tahun 2014 lalu, ada bantuan sejumlah alsintan yang bersumber dari dana Asprisasi Anggota DPRA dari Partai Demokrat periode 2014-2019, M. Yunus Ilyas dan bantuan itu diperuntukkan kepada beberapa kelompok tani di Aceh Tamiang, tapi saya baru mengetahui tentang adanya bantuan tersebut ketika saya dikonfirmasi oleh pihak kejaksaan," ungkap Sonny.

"Saat itu saya selaku Kasi Pengelolaan Alsintan dikonfirmasi oleh pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang lalu pihak kejaksaan tentang bantuan alsintan yang sejumlah 6 unit, yakni traktor besar sejumlah 2 unit serta traktor kecil berupa handtraktor sejumlah 4 unit.  Saya menjelaskan bahwa saya tidak mengetahui karena bantuan tersebut tidak diserahkan melalui dinas kabupaten karena dikelola langsung oleh Hendra Vramenia," tutup Sonny.

Sementara itu, Hendra Vramenia saat dikonfirmasi di salah satu warung kopi dalam kawasan Karang Baru mengatakan, secara detail dirinya tidak ingat lagi tapi jumlah bantuan tersebut lebih dari 6 (enam) unit.

Hendra menambahkan, saat itu posisi dirinya adalah sebagai timses yang mendampingi M. Yunus Ilyas dalam hal penyaluran bantuan alsistan kepada kelompok-kelompok tani di Aceh Tamiang.

"Posisi saya adalah sebagai timses yang mendampingi bapak dalam hal penyaluran bantuan alsistan kepada kelompok-kelompok tani di Aceh Tamiang. Saya membagikan bantuan tersebut sesuai dengan data yang bapak berikan, ada di Kampung Paya Metah, ada juga di Rantau tapi detailnya saya sudah lupa," ungkap Hendra.

Selain itu, Hendra juga menerangkan bahwa bantuan sejumlah alsintan tersebut bersumber dari dana APBA, yakni proyek dari Dinas Pertanian Provinsi Aceh, oleh karenanya tidak diserahkan melalui Distanbunnak Aceh Tamiang.

"Bantuan sejumlah alsintan tersebut bersumber dari dana APBA, yakni proyek dari Dinas Pertanian Provinsi Aceh, oleh karenanya tidak diserahkan melalui Distanbunnak Aceh Tamiang," terang Hendra lagi.[ZF]
Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+