-->




 


Sejumlah Alsintan 'Bantuan Tahun 2014' Tidak Tercatat di Distanbunak Aceh Tamiang, Ketua LAKI: Pertanyakan Pada Hendra Vramenia

14 Februari, 2022, 13.08 WIB Last Updated 2022-02-15T12:22:08Z

Foto: Ilustrasi

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Sekitar tahun 2014 lalu, beberapa kelompok tani di Kabupaten Aceh Tamiang mendapatkan bantuan sejumlah alsintan yang bersumber dari dana aspirasi Anggota DPRA dari Partai Demokrat periode 2009-2014, bernama M. Yunus Ilyas, namun bantuan tersebut tidak tercatat di Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Aceh Tamiang.

Adapun sebab bantuan tersebut tidak tercatat di Distanbunnak Aceh Tamiang karena ada dugaan bahwa saat penyalurannya tidak melalui dinas tapi dibagi langsung oleh salah seorang timses M. Yunus Ilyas yang bernama Hendra Vramenia.

Demikian dilaporkan Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Aceh Tamiang, Syahri El Nasir kepada LintasAtjeh.com, Senin (14/02/2022).

Dijelaskan juga oleh Nasir bahwa terkait bantuan sejumlah alsistan tersebut kabarnya sejumlah kelompok tani telah melaporkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang namun sampai saat ini laporan itu tidak terdengar lanjutannya.

"Demi terwujudnya azas keterbukaan sengaja kami cuatkan kembali bantuan sejumlah alsistan yang kami duga belum banyak diketahui oleh publik di Kabupaten Aceh Tamiang," terang Nasir.

Mantan Kasi Pengelolaan Alsintan di Distanbunnak Aceh Tamiang, Sonny Indra Syahputra saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com di ruang kerjanya, membenarkan bahwa pada tahun 2014 lalu ada masuk bantuan sejumlah alsintan untuk beberapa kelompok tani di Aceh Tamiang. Namun bantuan sejumlah alsintan yang bersumber dari dana aspirasi Anggota DPRA dari Partai Demokrat periode 2009-2014, M. Yunus Ilyas tersebut tidak diserahkan melalui dinas kabupaten melainkan dikelola langsung oleh Hendra Vramenia, oleh karenanya tidak ada datanya di dinas.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Selanjutnya, Sonny juga menerangkan bahwa dirinya baru mengetahui tentang adanya bantuan sejumlah alsistan yang bersumber dari dana aspirasi Anggota DPRA dari Partai Demokrat, M. Yunus Ilyas pada saat dirinya dikonfirmasi oleh pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang.

"Benar pada tahun 2014 lalu, ada bantuan sejumlah alsintan yang bersumber dari dana Asprisasi Anggota DPRA dari Partai Demokrat periode 2014-2019, M. Yunus Ilyas dan bantuan itu diperuntukkan kepada beberapa kelompok tani di Aceh Tamiang, tapi saya baru mengetahui tentang adanya bantuan tersebut ketika saya dikonfirmasi oleh pihak kejaksaan," ungkap Sonny.

"Saat itu saya selaku Kasi Pengelolaan Alsintan dan sejumlah pegawai Distanbunnak Aceh Tamiang pernah dikonfirmasi oleh pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang tentang bantuan alsintan yang sejumlah 6 unit, yakni traktor besar sejumlah 2 unit serta traktor kecil berupa handtraktor sejumlah 4 unit. Ketika saya diperiksa oleh pihak Kejaksaan, saya menjelaskan bahwa saya tidak mengetahui karena bantuan tersebut tidak diserahkan melalui dinas kabupaten karena dikelola langsung oleh Hendra Vramenia," tutup Sonny.

Sementara itu, Hendra Vramenia saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com di salah satu warung kopi dalam kawasan Karang Baru mengatakan, secara detail dirinya tidak ingat lagi tapi jumlah bantuan tersebut lebih dari 6 (enam) unit.

Hendra menambahkan, saat itu posisi dirinya adalah sebagai timses yang mendampingi M. Yunus Ilyas dalam hal penyaluran bantuan alsistan kepada kelompok-kelompok tani di Aceh Tamiang.

"Posisi saya adalah sebagai timses yang mendampingi bapak dalam hal penyaluran bantuan alsistan kepada kelompok-kelompok tani di Aceh Tamiang. Saya membagikan bantuan tersebut sesuai dengan data yang bapak berikan, ada di Kampung Paya Metah, ada juga di Rantau tapi detailnya saya sudah lupa," ungkap Hendra.

Selain itu, Hendra juga menerangkan bahwa bantuan sejumlah alsintan tersebut bersumber dari dana APBA, yakni proyek dari Dinas Pertanian Provinsi Aceh, oleh karenanya tidak diserahkan melalui Distanbunnak Aceh Tamiang.

"Bantuan sejumlah alsintan tersebut bersumber dari dana APBA, yakni proyek dari Dinas Pertanian Provinsi Aceh, oleh karenanya tidak diserahkan melalui Distanbunnak Aceh Tamiang," terang Hendra lagi.[ZF]


Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+