-->




 


Jembatan Terpanjang di Abdya Salah Satu Janji Kampanye Politik Akmal dan Muslizar

01 Maret, 2022, 20.21 WIB Last Updated 2022-03-01T13:56:04Z

LINTAS ATJEH | ABDYA - Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim, meresmikan jembatan terpanjang di kabupaten setempat, tepatnya di Desa Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Selasa (01/03/2022).

Bupati Akmal Ibrahim dalam sambutannya mengatakan, jembatan tersebut salah satu janji untuk masyarakat Abdya khususnya masyarakat Cot Semantok, yang  merupakan janji kampanye politiknya.


"Selamat untuk warga Cot Seumantok masyarakat yang mempunyai produksi kebun sawit. Mungkin ini merupakan hadiah terbesar, agar lebih mudah serta menjadi lebih gampang untuk mendongkrak ekonomi," jelas Akmal.


Dia juga mengaku sangat bangga dan bersyukur karena proses pengerjaan jembatan tersebut bisa selesai dikerjakan tepat waktu. Artinya ada penghematan jalan sekitar 12 hingga 13 kilo, jembatan tersebut juga merupakan jembatan terpanjang nomor 2 di Pantai Barat Selatan (BARSELA).


"Panjang jembatan rangka baja ini adalah 160 meter, dan lebar 9 meter yang membentang di atas sungai Desa Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya," kata Akmal.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


"Terima kasih untuk semua pihak, ini adalah salah satu bukti Allah SWT untuk kemajuan Abdya. Jembatan terpanjang di Abdya, yakni 160 meter dan di Barat Selatan Aceh nomor dua setelah Aceh Singkil akhirnya siap dibangun," ujarnya.


Akmal juga menjelaskan, anggaran tersebut bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) sebanyak Rp. 37 miliar lebih, jembatan tersebut selesai dikerjakan tanpa ada gesekan. Artinya, pembangunan jembatan ini memang suatu kebutuhan dan dibangun atas dasar permintaan masyarakat.


"Sangat banyak kemudahan. Pertama terpangkas jarak tempuh 13 Kilometer dari sebelumnya yang ditempuh warga Cot Seumantok jika ingin ke pasar kecamatan harus menempuh jarak 13 kilometer, sekarang hanya 1 kilometer," terangnya.


Dengan adanya jalan ini kata Akmal, semoga dapat mendongkrak ekonomi masyarakat. Contohnya, ongkos untuk angkutan produksi sawit yang tentunya turun. 


Sebab, lanjutnya jaraknya tidak lagi seperti sebelum adanya jembatan. Tentunya ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat setiap kali panen.


"Dalam satu hari berapa ton sawit yang melintasi jembatan ini, yang pasti lebih besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK)," tutup Akmal.[WA]

Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+