-->

KMAB: JKA Dihapus, Pejabat Sedang Main Film Tapi Lupa Menggosok Gigi

16 Maret, 2022, 18.45 WIB Last Updated 2022-03-16T11:45:23Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Ketua Koalisi Masyarakat Aceh bersatu  (KMAB) berharap masyarakat Aceh muhasabah diri dan ambil hikmah dari gejolak sosial politik Aceh hari ini.

Fahmi Nuzula mengatakan Aceh hari ini lagi dirundung euforia masing-masing kelompok yang sulit dimengerti secara kacamata awam. Pasalnya entah kemana arah visi pembangunan Aceh hari ini mulai dari infrastruktur hingga ranah kesehatan rakyat Aceh dan banyak hal kebijakan yang membingungkan.

Bukan tanpa alasan, Fahmi memberikan statement ini kepada masyarakat Aceh, betapa tidak, dalam dua hari ini banyak kebijakan eksekutif dan legislatif Aceh bak memainkan sinetron yang sulit ditebak kemana arah alur cerita. Dan sinetron yang digarap pun dapat mengundang kontroversial.

"Salah satunya penghapusan JKA dengan bermacam alasan. Program Jaminan Kesehatan Aceh inipun resmi dihapus," kata Fahmi kepada media ini, Rabu (16/03/2022).

Baca juga: 

Logika paling sederhana, lanjut dia, mereka beralasan banyak ketimpangan anggaran dalam penyelenggaraan JKA di Aceh. Dan upaya eksekutif dan legislatif Aceh melakukan evaluasi yang menurut mereka, JKA banyak diambil keuntungannya oleh pihak tertentu sehingga JKA terkesan menjadi ladang korupsi. 

"Nah dengan alasan tersebut, apakah logis atau bahkan berkesan lucu sehingga JKA harus dihapus padahal pihak penyelenggara JKA juga dari pihak pemerintah. Tapi kenapa dihapuskan dan terkesan rakyat yang melakukan kecurangan dana anggaran JKA selama ini," tukasnya.

Terlepas dari semua alasan itu, Fahmi melalui pernyataan resmi Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu mengajak masyarakat Aceh untuk mengelus dada dan tetap bersabar. Kita ambil hikmahnya dan bermuhasabah agar rakyat bisa mengerti dan mengambil arah kebijakan langkah politik kedepan. 

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Fahmi menuturkan, hari ini mereka boleh bermain-main atas penderitaan rakyat. Tapi ingat, rakyat punya kekuatan besar untuk melakukan langkah apapun kedepan.

"Secara kacamata, kebijakan politik pihak pemangku jabatan di Aceh hari ini seperti sedang memproduksi sebuah film yang mereka tidak sadar saat memerankannya dan lupa menggosok gigi. Sehingga saat berakting nampak gigi kuning mereka yang lucu-lucu dan menjijikan," ketusnya. 

Yang perlu kita garis bawahi, kata Fahmi, apapun kebijakan pemerintah hari ini sulit untuk dilawan karena mereka sudah melakukan persengkongkolan busuk demi kepentingan pribadi dan kelompoknya Masing-masing.

Namun Fahmi Nuzula berharap masyarakat Aceh jangan bersedih, kita masih punya doa untuk kita panjatkan dan masih punya waktu untuk berbenah asal kita jangan pernah tunduk pada kebijakan mereka yang jelas-jelas kurang berpihak pada  kaum dhuafa.

"Teruslah berdoa, ambil hikmah dan muhasabah diri kita masing-masing agar lebih jeli dan pintar untuk ambil arah politik kedepan," ajak Fahmi Nuzula.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini