-->




 


Tanggapi Pernyataan Eks Tripoli, Pang Ateng : Mualem Tetap Panglima GAM Pusat dari Dulu Sampai Sekarang

18 Maret, 2022, 12.49 WIB Last Updated 2022-03-18T08:16:11Z

LINTAS ATJEH | ACEH TIMUR - Panglima GAM/KPA Sagoe Aramiah D1 Wilayah Peureulak, Junaidi yang akrab disapa Pang Ateng menentang pernyataan para eks Tripoli yang tidak mengakui Muzakir Manaf (Mualem) dan Kamaruddin Abubakar (Abu Razak) sebagai Ketua dan Wakil Ketua KPA/PA Pusat.

"Setelah syahidnya Panglima GAM aceh Tgk. Abdullah Syafii pada tahun 2002, Mualem ditunjuk langsung oleh Almarhum Wali Nanggroe Tgk. Hasan Tiro semasa konflik Aceh sebagai Panglima GAM Pusat untuk memimpin komando perang antara GAM dan RI. Jadi, kami sangat menyayangkan adanya pernyataan para Eks Tripoli itu," kata Pang Ateng kepada beberapa awak media, Jum'at (18/03/2022), di Aramiah.


"Uroe jeh wate Mualem geutunyoek le Wali seubagoe Panglima hana lago yang hana akui atau ikuti, pakon ka uronyo kajai that macam-macam model (Dulu saat Mualem ditunjuk oleh Wali sebagai Panglima tidak ada yang tidak akui dan ikuti, kanapa hari ini banyak sekali macam-macam model)," imbuh Pang Ateng dalam bahasa Aceh.


Dikatakannya, semestinya orang tua dalam perjuangan seperti Eks Tripoli harus lebih faham bagaimana ketika kita melanjutkan perjuangan Aceh melalui politik, karena ini semua tidak semudah membalikkan telapak tangan.


"Untuk merealisasikan MoU Helsinki, jalan satu-satunya kita harus bersatu, bukan malah mengeluarkan statement bodoh ke publik," ketusnya.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Sebelumnya, para Eks GAM jebolan Tripoli, Libya se-Aceh berkumpul di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA) Pidie kawasan Keunire, Kecamatan Pidie, Kamis (17/03/2022) kemarin. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Mu'allimin Pusat Tgk. H. Zulkarnaini bin Hamzah yang akrab disapa Tgk. Ni itu menyatakan sikap tidak mengakui Muzakir Manaf (Mualem) sebagai Ketua KPA/PA dan Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak sebagai Wakil Ketua KPA/PA Pusat.


Pernyataan sikap yang dibacakan Muhammad Ridwan alias Raja Wan menyebutkan, Eks Tripoli se-Aceh menyatakan sikap terhadap kebijakan Ketua dan Wakil Ketua KPA Pusat, Muzakir Manaf, dan Kamaruddin Abubakar, dalam menjalankan roda organisasi selama proses perdamaian di Helsinki, Finlandia pada tahun 2005 hingga 2022.


Pernyataan sikap berlaku sejak surat tersebut dikeluarkan tanggal 17 Maret 2022 dan ditandatangani atas nama Eks Tripoli atau Mu'allimin Eks Tripoli se-Aceh.[Sm]

Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+