-->




 


Perubahan di RSCM Langsa Berdampak Klaim BPJS Kesehatan

21 April, 2022, 14.55 WIB Last Updated 2022-04-21T07:56:00Z

LINTAS ATJEH | LANGSA - Salah satu syarat sebuah rumah sakit dinyatakan tipe C adalah harus memiliki ruang ICU, hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI nomor 3 tahun 2020 tentang klasifikasi dan perizinan rumah sakit.

Namun di Rumah Sakit Cut Mutia (RSCM) Langsa yang berpredikat sebagai rumah sakit tipe C malah meniadakan ruang ICU karena beralasan sedang membangun Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang baru.


Padahal jika sebuah rumah sakit tipe C tidak lagi memiliki ruang ICU maka rumah sakit tersebut akan turun kelas menjadi tipe D yang setara dengan Puskesmas. Dengan berubahnya tipe rumah sakit tersebut berdampak dengan tarif atau biaya klaim BPJS Kesehatan yang menurun hingga 20 persen dari tarif sebelumnya.


(Baca : Aneh! Alasan Bangun IGD, Rumah Sakit Cut Mutia Langsa Meniadakan Ruang ICU) 


Jika dilihat dari persyarat dalam kerjasama antara pihak PT Cut Mutia Medika Nusantara (CMMN) dengan BPJS Kesehatan, pihak BPJS Kesehatan harus mengkaji lagi persyaratan-persyaratan tersebut. Karena perubahan tipe rumah sakit yang tidak lagi memiliki ruang ICU jelas diatur dalam Permenkes RI nomor 3 tahun 2020 itu.


Dilihat dari sisi Penagihan Klaim, pihak BPJS Kesehatan bisa dirugikan jika RSCM (PT CMMN) melakukan penagihan seperti pada saat masih memiliki ruang ICU.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Direktur PT CMMN, T. Barosa saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (21/04/2022) menyampaikan bahwa dalam klaim BPJS tidak sama seperti pada saat RSCM memiliki ruang ICU.


"Tidak sama," tulis Barosa singkat dalam menjawab pertanyaan LintasAtjeh.com.


Saat ditanya bahwa perubahan fungsi ICU dan IGD RSCM menimbulkan pertanyaan besar. Apakah sudah atau ada kesalahan maka harus di roker ICU jadi IGD dan IGD jadi ICU? Barosa kembali menjawab tidak ada kesalahan.


Kemudian, Untuk menyediakan kembali ruang ICU harus memiliki izin dan persyaratan dari Dinas Kesehatan. Apakah perubahan ini juga sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan? Direktur PT CMMN itu kembali menjawab singkat dengan kata sudah.


Saat ditanya apakah perubahan ICU menjadi IGD dan sebaliknya ini hanya untuk menciptakan proyek saja? Barosa mengatakan bahwa bukan karena menciptakan proyek tetapi sebab kebutuhan rumah sakit dan untuk memenuhi komitmen dengan BPJS Kesehatan.


"Bukan, tapi karena kebutuhan rumah sakit dan untuk menenuhi komitmen dengan BPJS Kesehatan," jawabnya.


Saat dimintai penjelasan lebih lanjut, Barosa menjawab bahwa apa yang disampaikan sudah cukup jelas dan sudah menjadi berita.


"Sudah cukup jelas dan sudah jadi berita, kan?!" tulisnya dengan membubuhi tanda tanya dan tanda seru.


Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Langsa saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com sedang menjalankan tugas keluar daerah dan akan kembali pada, Senin (25/04/2022) besok. [Sm]

Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+