-->

Istri Mantan Ketum PC IMM, Satu-satunya Keuchik Definitif Perempuan di Abdya

26 Mei, 2022, 13.09 WIB Last Updated 2022-05-26T06:10:17Z

LINTAS ATJEH | ABDYA - Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim resmi melantik 152 keuchik definitif periode 2022-2028 dari hasil Pemilihan Keuchik Langsung (Pilchiksung) pada bulan Maret lalu.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Keuchik tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati setempat, Rabu (25/05/2022).


Dari 152 Keuchik tersebut, Thaibah, S.Sos adalah satu-satunya Keuchik perempuan dalam Kabupaten Abdya, Gampong Lamkuta, Kecamatan Blangpidie.


Thaibah mengaku bersyukur karena telah dilantik oleh Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, sebagai keuchik Gampong Lamkuta bersama 151 orang keuchik lainnya.


"Alhamdulillah, hari ini saya sudah dilantik dan diambil sumpah jabatan sebagai Keuchik definitif selama enam tahun kedepan, dan ini merupakan amanah masyarakat yang harus saya emban dengan baik dan penuh tanggung jawab," kata Thaibah.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Thaibah yang merupakan istri Zulfahmizar, S.Pd.I, mantan Ketua Umum PC IMM Abdya periode 2014-2015 itu, sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat Gampong Lamkuta dan semua pihak, untuk membawa gampong tersebut kearah yang lebih baik lagi.


"Sesudah di lantik sebagai keuchik, maka saya berpesan mohon tidak ada lagi perpecahan dalam masyarakat, karena pergelaran Pilchiksung telah selesai. Jadi sekarang saatnya kita membuka lembaran baru, mari kita bersama-sama bahu membahu membangun gampong ini ke arah lebih baik lagi," harapnya.


Keuchik perempuan kelahiran 1996 itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu dirinya agar tetap konsisten dalam menciptakan perubahan di desanya dengan melibatkan masyarakat mulai dari tahapan perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan desa.


Selain itu, Thaibah juga mengharapkan bantuan, masukan, dan pendampingan dari pihak pendamping Desa, PLD maupun PD. Hal itu bertujuan agar dirinya bersama aparatur desa yang dibentuk mampu mengelola anggaran desa untuk memenuhi keinginan atau aspirasi masyarakat, tanpa melabrak aturan perundang-undangan yang berlaku.


"Saya sangat berharap bantuan dan dukungan dari semua pihak, terutama dukungan dari seluruh masyarakat, sebab tanpa partisipasi dari masyarakat program-program pembangunan yang akan saya jalankan juga tidak akan terlaksana dengan baik," pungkasnya.[AK]

Komentar

Tampilkan

Terkini