-->

Hipmas Mendesak Bupati Aceh Selatan untuk Mencabut Rekomendasi IUP Eksplorasi PT MMS

13 Agustus, 2026, 09.48 WIB Last Updated 2026-08-13T02:51:42Z
LINTAS ATJEH | ACEH SELATAN - Himpunan Mahasiswa Air Sialang mendesak Bupati Aceh Selatan untuk mencabut rekomendasi IUP eksplorasi PT MMS di Samadua, karena kegiatan ini jelas jelas adanya penolakan besar-besaran oleh pemilik lahan dan masyarakat.

Hal ini sudah pernah dilakukan oleh Bupati Aceh Barat Daya pernah dengan melayangkan surat permohonan pencabutan izin rekomendasi yang ditujukan kepada Gubernur Aceh tertanggal 8 Oktober 2025 dengan nomor surat 500.10.2.3/2242.

Ketua HIPMAS, Fajrul  menyebutkan harusnya Bupati Aceh Selatan lebih respek terhadap penolakan yang dilakukan masyarakat, karena masyarakat sudah membuat pertemuan penolakan pertambangan PT MMS di Samadua, bahkan sudah ditandatangani petisi.

Ada 3 desa yang sudah buat pertemuan dihadiri oleh ratusan perwakilan masyarakat dari seluruh elemen dan latar pekerjaan yang berbeda, jika ini tidak di respon kita khawatir akan terjadi gelombang penolakan yang lebih besar.

"Dengan ini timbul pertanyaan apakah bupati memenuhi aspirasi rakyat atau aspirasi segelintir kelompok? tanya Fajrul sebagaimana yang disampaikan kepada redaksi, Kamis (13/08/2026).

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Selain kajian efek lingkungan, kata dia, masyarakat juga merasa tidak tahu dan tidak dilibatkan terkait eksplorasi ini, terkesan semacam sembunyi-sembunyi, ini tentunya menimbulkan kecurigaan seolah olah ada itikad tidak baik dari pihak perusahaan.

"Jangan sampai nantinya bisa bisa perusahaan mengklaim areal perkebunan masyarakat itu adalah hak milik perusahaan, karena untuk eksplorasi saja tidak dilibatkan bisa jadi besok besok perkebunan masyarakat diambil alih kepemilikannya," terangnya.

"Kami mohon untuk bapak bupati, tolong bersuara atas penolakan yang telah dilakukan masyarakat 3 desa Air Sialang," harap mahasiwa yang juga aktif di IMPS dan HAMAS ini.

Selain itu, kami juga mendiskusikan ini dengan mahasiswa Samadua yang tergabung dalam organisasi IMPS dan Mahasiswa Aceh Selatan yang tergabung dalam organisasi HAMAS.

"Jika ini tidak diindahkan, maka kami akan mengajak seluruh mahasiswa Samadua dan Mahasiswa Aceh Selatan untuk merespon ini dengan turun ke jalan," pungkas Fajrul.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini