-->

Heboh Pemakaian Gordon HMI, Muhammad Iqbal Minta Maaf

06 Agustus, 2022, 13.59 WIB Last Updated 2022-08-06T06:59:44Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Pada pagi hari, Sabtu (06/08/2022), para ketua komisariat di sekitaran wilayah Kota Banda Aceh sangat menyayangkan masalah yang beredar dalam beberapa media sosial terkait dengan penyalahgunaan atribut HMI yaitu pemakaian Gordon yang terjadi pada Minggu dini hari (31/06/2022) oleh saudara Muhammad Iqbal di Instagram milik pribadinya

Terkait permasalahan tersebut, pada Senin sore (01/08/2022), beberapa ketua-ketua komisariat mengadakan pertemuan dengan yang bersangkutan, yaitu saudara Muhammad Iqbal di salah satu coffe di Banda Aceh. Pertemuan yang beragendakan mediasi dengan saudara Muhammad Iqbal untuk meminta pertanggungjawaban terhadap atribut HMI yang sudah disalahgunakan.

Pertemuan tersebut adalah bentuk pertemuan untuk menuntut pertanggungjawaban saudara Iqbal dalam hal permohonan maaf secara tertulis terhadap seluruh kader HMI se-Cabang Banda Aceh atas tindakannya tersebut.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Dalam pernyataan tertulisnya tersebut saudara Iqbal sudah menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan secara sadar yaitu memakai Gordon HMI serta memposting dalam insta story milik pribadinya merupakan suatu tindakan yang melanggar kode etik antar organisasi. Karena tidak memiliki legal standing untuk memakai atribut HMI (Gordon) tersebut,

“Memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh kader HMI Cabang Banda Aceh dan Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh atas tindakan kelalaian dan kebodohan yang dilakukan dalam penggunaan atribut HMI (Gordon) serta berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya kembali," demikian bunyi surat permohonan maaf yang di publish saudara Iqbal. 

Ketua Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syifaul Husni, melihat isu yang berkembang di kalangan kader HMI sehingga menimbulkan keresahan terkait postingan saudara Iqbal yang menggunakan Gordon HMI yang menjadi simbol kebanggaan bagi kader HMI.

"Gordon merupakan simbol serta kebanggaan bagi kader HMI yang dicapai dari hasil keringat dan kurasan pikiran dalam proses pengkaderan,” katanya. 

“Kita berharap dengan adanya permasalahan ini dijadikan pembelajaran bagi setiap orang untuk menjunjung tinggi nilai-nilai etika yang diatur dalam organisasi tersebut,” imbuh Haikal Maulan,  salah satu ketua komisariat di kawasan Banda Aceh.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini