-->

Mahasiswa KKN Kelompok 76 Berikan Sosialisasi Pendidikan Karakter Siswa SMA Negeri 6 Lhokseumawe

12 November, 2022, 17.40 WIB Last Updated 2022-11-13T11:27:06Z
LINTAS ATJEH | LHOKSEUMAWE - Menerapkan profil pelajar Pancasila pada kurikulukm merdeka menjadi tantangan yang cukup berat bagi beberapa tenaga pengajar. Hal ini disebabkan oleh merosotnya adab dan etika dari generasi muda. Kurikulum ini mengedepankan nilai moral dan ilmu yang berlandaskan Pancasila.

Kelompok 76 KKN-PPM Universitas Malikussaleh memotivasi siswa/i di SMA Negeri 6 Lhokseumawe melalui pendidikan karakter siswa sebagai profil pelajar Pancasila bersama Mahasiswa SMA Negeri 6 Lhokseumawe, di Desa Baloy Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Sabtu (12/11/2022).

SMA Negeri 6 Lhokseumawe yang mendukung kurikulum merdeka karena berkaca dari pergaulan generasi muda yang mulai “merdeka”. Tema sosialisasi yang diusung yaitu “Membangun Generasi Muda Bebas Narkoba dan Berdaya Saing Di Bidang Pendidikan dan Teknologi”.

TEEIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
Adapun pemateri yang mengisi sosialisasi yaitu dari anggota kelompok 76, A. Shofwan Khairi Parinduri memberikan materi tentang generasi muda yang bebas dari narkoba. Kemudian, Luthfi Mughni Anisa Haryono anggota lain yang berperan sebagai pemateri dengan judul teknologi tepat guna. Serta pemateri tambahan yang dibawakan oleh Husni S.H., M.H,  tentang aturan undang-undang yang berhubungan dengan narkoba dan teknologi.

Mewakili kepala sekolah, Abdul  mengucapkan terima kasih atas kontribusi dari kelompok 76. Harapan dari kegiatan ini yaitu dapat merubah karakter dan menambah wawasan siswa/I SMA Negeri 6 Lhoskeumawe. 

Dosen Pendamping Lapangan Kelompok 76,  Muhibuddin sangat mendukung kegiatan positif ini. Ia juga memberikan pemahaman terhadap materi yang disampaikan oleh pemateri sebelumnya tentang pentingnya memahami dampak negatif terhadap penyalahgunaan narkoba dan teknologi informasi di era globalisasi sekarang ini.

"Harapan untuk anak-anak SMA Negeri 6 Lhokseumawe yaitu dapat menjauhkan diri dari narkoba dan ketergantungan pada narkoba, whatsapp dll. Karena semua itu dapat mengganggu daya berpikir dalam meningkatkan belajar. Dengan ada sosialisasi ini diharapkan anak -anak dapat memahami dampak positif dan negatif kegunaan narkoba dan teknologi imformasi, serta manfaat teknologi tepat guna bagi kehidupan kita semuanya," ujarnya diakhir kegiatan.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini